Senin, 15 Agustus 2022
Barometer Jatim
Cloud Hosting Indonesia

Wah! Ada yang Coba-coba Praktik Prostitusi Terselubung di Eks Dolly, Pemkot Gencarkan Patroli

Berita Terkait

PATROLI: Petugas Satpol PP patroli di gang eks lokalisasi Dolly. | Foto: Barometerjatim.com/IST
PATROLI: Petugas Satpol PP patroli di gang eks lokalisasi Dolly. | Foto: Barometerjatim.com/IST
- Advertisement -

SURABAYA, Barometerjatim.com – Anggota Komisi A DPRD Surabaya dari Partai Nasdem, Imam Syafi’i menyebut ada praktik prostitusi terselubung di eks lokalisasi Dolly Surabaya.

Namun Pemkot Surabaya lewat Camat Sawahan, Surabaya, M Yunus memastikan Dolly sudah ditutup permanen sejak sewindu silam, tepatnya 18 Juni 2014.

“Saya pastikan bahwa Dolly dibuka kembali tidak ada. Itu hanya sebatas rumor,” kata Yunus, Minggu (10/7/2022).

Bagaimana dengan temuan anggota DPRD Surabaya? “Ternyata setelah dicek di lapangan, ada yang mau coba-coba dengan praktik-praktik terselubung. Artinya, orang lewat diawe-awe (dipanggil) kemudian ditunjukan gambar (perempuan),” terangnya.

Yunus menegaskan, selama ini jajarannya rutin melakukan patroli tiga pilar di lapangan yang diikuti jajaran Satpol PP, kepolisian, dan TNI setempat. Hal itu untuk memastikan tidak adanya praktik-praktik terlarang seperti prostitusi.

“Selama ini penanganan kami ini kan patroli, teman-teman Satpol PP satu jam, setengah jam di situ, kemudian geser. Ketika anggota atau pun saya di lapangan buyar (selesai), tidak ada kegiatan (prostitusi) itu,” tegasnya.

Namun Yunus mengakui, ada oknum yang ingin memanfaatkan waktu lengahnya petugas. Oknum itu diduga menawarkan praktik prostitusi terselubung saat petugas lengah.

Tak kurang akal, Yunus lantas mengambil tindakan pengamanan dua titik. Malam hingga subuh, petugas dibagi untuk PAM di Jalan Putat Jaya Lebar B serta pertigaan Jalan Kupang Timur.

“Saya ambil tindakan dua titik. Saya amankan malam sampai pagi subuh petugas PAM di situ. Sekarang kekuatan Satpol PP kami bisa 24 jam, itu terbagi tiga shift,” jelasnya.

Beberapa tahun lalu, 2016-2017, tambah Yunus, sejumlah oknum pernah ditemukan sempat bermain praktik prostitusi terselubung di eks lokalisasi Dolly. Namun aksi terselubung mereka terendus aparat setempat dan sejumlah oknum itu tertangkap serta dijatuhi hukuman pidana.

“Sudah pernah ada 10 orang di situ di lokasi yang sama. Kurang lebih 10 orang yang pernah ditangkap sampai ke vonis hukuman,” ungkapnya.

Short Time Rp 300 Ribu

Sebelumnya, dugaan praktik prostitusi terselubung tersebut diungkap Imam Syafi’i yang melakukan penelusuran di eks lokalisasi Dolly.

“Sebenarnya tidak hanya eks lokalisasi Dolly saja, tapi juga Moroseneng, Sememi. Padahal di kedua eks lokalisasi ini sudah terdapat usaha padat karya yang dibuat oleh Pemkot Surabaya,”  katanya, Sabtu (9/7/2022).

Saat melakukan penelusuran tengah malam dengan melintasi di Jalan Girilaya yang tidak jauh dari Gang Dolly, Imam didatangi seorang pria sembari bertanya apakah sedang mencari teman wanita. Pria tersebut kemudian mengeluarkan ponselnya lalu memperlihatkan deretan foto wanita.

Jika setuju, cerita Imam, maka transaksi selanjutnya bisa dilakukan di wisma yang berkedok warung kopi. Adapun tarifnya rata-rata Rp 300 ribu untuk short time atau waktu singkat.

“Setelah saya gali, ternyata praktik prostitusi terselubung itu sudah berlangsung lama,” katanya. Imam berharap ada upaya serius yang bisa dilakukan Pemkot Surabaya dalam mengatasi persoalan sosial ini.

» Baca berita terkait Dolly. Baca juga tulisan terukur lainnya Moch Andriansyah.

- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Terkait

- Advertisement -

trendnews
Berita Trending Saat Ini

- Advertisement -

BERITA TERKINI

- Advertisement -