Wafat Saat Shalat, KH Sholeh Qosim Penyemangat Umat

SEDERHANA DAN KARISMATIK:: KH Sholeh Qosim, sosok sederhana dan karismatik yang wafat saat sujud shalat maghrib. | Foto: Barometerjatim.com/ABDILLAH HR
SEDERHANA DAN KARISMATIK:: KH Sholeh Qosim, sosok sederhana dan karismatik yang wafat saat sujud shalat maghrib. | Foto: Barometerjatim.com/ABDILLAH HR

SIDOARJO, Barometerjatim.com – Indonesia berduka, khususnya kalangan Nahdlatul Ulama (NU) dan Jawa Timur. Ulama kharismatik, KH Sholeh Qosim wafat sekitar pukul 18.30 WIB, Kamis (10/5). Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Al Ismailiyah Ngelom, Sepanjang, Sidoarjo, itu dikenal sebagai sosok sederhana dan berkarisma.

Sesepuh ulama Jawa Timur tersebut wafat saat menjalankan shalat maghrib. “Shalat maghrib sujud tidak bangun, tasbih masih di tangan, pendungane (mohon doanya),” ujar Gus Miftah, cucu ulama yang pernah menjadi laskar Hizbullah dan memperjuangkan kemerdekaan tersebut.

Di masa hidupnya, Kiai Sholeh dikenal sebagai ulama yang selalu memberi semangat bagi semua orang. Hal ini diakui Nawawi, warga Desa Kramat Jegu Taman, Sidoarjo.

• Baca: Benarkah Gus Dur Wali Allah? Ini Kesaksian Khofifah

Sebagai santri, dia mengaku mendapat banyak pelajaran dan motivasi untuk berjuang bagi kemaslahatan umat. “Beliau pernah menyemangati saya saat akan merenovasi masjid di desa,” katanya.

“Saat itu banyak ditentang masyarakat. Semuanya akhirnya berjalan dengan lancar atas masukan dan saran beliau.”

Nawawi menambahkan, banyak kenangan dan motivasi yang dijadikannya sebagai pegangan hidup, salah satunya soal berjuang untuk kebenaran.

“Satu yang saya ingat dari beliau, hidup harus berjuang, dan dikatakan berjuang itu kalau ada musuhnya. Jadi jangan pernah takut dimusuhi saat berjuang di jalan yang benar,” ungkapnya.