Usung 42,5% Caleg Perempuan, Golkar Berharap Khofifah Effect

DAFTARKAN BACALEG: Sahat Tua Simanjuntak didampingi pengurus Golkar Jatim menyerahkan berkas pendaftaran Bacaleg ke KPU Jatim, Selasa (17/7). | Foto: Barometerjatim.com/ABDILLAH HR
DAFTARKAN BACALEG: Sahat Tua Simanjuntak didampingi pengurus Golkar Jatim menyerahkan berkas pendaftaran Bacaleg ke KPU Jatim, Selasa (17/7). | Foto: Barometerjatim.com/ABDILLAH HR

SURABAYA, Barometerjatim.com – Golkar berharap kemenangan Khofifah-Emil Dardak di Pilgub Jatim 2018, memberi dampak signifikan bagi Parpol berlambang pohon beringin tersebut di Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019.

“Terima kasih kalau Bu Khofifah nanti memberikan efek positif bagi partai. Istilahnya Khofifah effect ya,” kata Sekretaris DPD Partai Golkar Jatim, Sahat Tua Simanjuntak usai mendaftarkan Bacaleg ke KPU Jatim, Selasa (17/7).

Terlebih, Sahat mengklaim selama ini Golkar memiliki hubungan yang baik dengan Muslimat NU, Banom perempuan Nahdlatul Ulama (NU) yang memiliki anggota sekitar tujuh juta di Jawa Timur.

• Baca: Golkar Parpol Pertama Daftarkan Bacaleg ke KPU Lamongan

Karena itu, dari 42,5 persen Bacaleg perempuan Golkar dari 14 Dapil di dalamnya terdapat unsur Muslimat NU. “Unsur Muslimat NU juga tersebar di beberapa Dapil. Ini bagian dari komitmen kami sebagai Parpol pengusung Bu Khofifah dan Mas Emil,” tandasnya.

Sahat datang ke KPU didampingi sejumlah pengurus Golkar, di antaranya Fredy Purnomo, Kodrat Sunyoto dan Harun Al Rasyid. Rombongan ini diterima Ketua KPU Jatim, Eko Sasmito dan Muhammad Arbayanto (komisioner).

Sementara terkait pilihan mendaftar di hari terakhir, Sahat menyebut memang disengaja untuk penyempurnaan beberapa berkas pendaftaran.

• Baca: Ketum Golkar Harap Khofifah-Emil Akselerasi Industri di Jatim

“Untuk memaksimalkan potensi yang ada dan menghindari kekurangan, sehingga kita mengambil opsi di hari terakhir,” katanya.

Sahat menegaskan, seluruh persyaratan pendaftaran sudah rampung, termasuk syarat 30 persen kuota perempuan.

“Kuota perempuannya sudah mencapai 42,5 persen. Jadi ini sudah melebihi dari amanat undang-undang. Bahkan di Kediri mencapai 66 persen,” imbuhnya.