Usai Dilantik, Khofifah Minta Pj Bupati Sidoarjo Berlari Kencang

PJ BUPATI SIDOARJO: Gubernur Khofifah melantik Hudiono sebagai Pj Bupati Sidoarjo di Grahadi. | Foto: Barometerjatim.com/ABDILLAH
PJ BUPATI SIDOARJO: Gubernur Khofifah melantik Hudiono sebagai Pj Bupati Sidoarjo di Grahadi. | Foto: Barometerjatim.com/ABDILLAH

SURABAYA, Barometerjatim.com – Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa melantik Hudiono yang saat ini menjabat kepala Biro Kessos Setdaprov Jatim sebagai Pejabat (Pj) Bupati Sidoarjo di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Kamis (1/10/2020).

Pelantikan agar tidak terjadi kekosongan kepemimpinan di Pemkab Sidoarjo. Sebelumnya, Khofifah menunjuk Sekdakab, Achmad Zaini sebagai Pelaksana Harian (Plh) Bupati menggantikan Plt Bupati, Nur Ahmad Syaifuddin yang meninggal dunia, 22 Agustus lalu. Nur Ahmad menjabat Plt Bupati pasca Saiful Ilah tersandung kasus korupsi.

Dalam arahannya, Khofifah minta Hudiono untuk segera ‘berlari kencang’ terutama dalam melakukan finalisasi terkait proses pembahasan PAPBD 2020 sekaligus RAPBD 2021.

“Saya minta kepada Pj Bupati Sidoarjo untuk segera berlari kencang, melakukan finalisasi dari seluruh proses pembahasan PAPBD dan RAPBD 2021,” tandas Khofifah.

Karena itu, koordinasi bersama Sekdakab harus segera dimatangkan untuk bisa membahas seluruh proses pembangunan, terutama terkait PAPBD dan RAPBD agar lebih seksama.

“RAPBD ini harus berbasis RKPD yang telah disesuaikan. Kami sudah melakukan koordinasi Forkopimda dengan Ketua DPRD dan Plh Sidoarjo,” katanya.

Maka, lanjut Khofifah, hari ini harus disegerakan mengingat seluruh proses membutuhkan waktu, telaah, dan proses yang menghasilkan dampak berkelanjutan ke depan.

“Sehingga dapat dilaksanakan oleh kepala daerah terpilih pada Pemilukada 9 Desember 2020 mendatang,” ucap Khofifah.

Sementara terkait pengendalian Covid-19 di Sidoarjo, Khofifah menyampaikan rasa terima kasih atas segala dedikasi dan upaya yang telah terbukti bisa menurunkan angka penyebaran virus mematikan tersebut.

Khofifah juga berpesan agar terus meningkatkan pengendalian penyebaran melalui operasi yustisi yang ketat. Kesuksesan operasi yustisi ini bisa dilihat pada 14-28 September yang mendapatkan hasil cukup signifikan.

» Baca Berita Terkait Pemprov Jatim