Urusan Pariwisata, Pakde Karwo Sehati dengan Khofifah

Sinarto, Pakde Karwo-Khofifah sehati urusan pariwisata. | Foto: Barometerjatim.com/abdillah hr

SURABAYA, Barometerjatim.com – Urusan pengembangan pariwisata, rupanya Gubernur Jatim Soekarwo sehati dengan Gubernur terpilih Khofifah Indar Parawansa. Pengembangan ini tak lepas dari upaya mengungkit perekonomian masyarakat Jatim.

Sebelumnya, Khofifah menegaskan bakal membuat tiga titik tempat wisata strategis pada segitiga destinasi wisata di wilayah Tapal Kuda. Yakni theme park (taman hiburan) di Kabupaten Jember, titik di Taman Nasional Baluran Situbondo, serta titik blue fire di Bondowoso.

Ide Khofifah ini, menurut Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Jatim, Sinarto sesuai dengan langkah Pemprov Jatim.

“Apa yang dipikirkan Bu Khofifah tidak jauh dari yang diinginkan Bapak Gubernur, yakni membentuk pembangunan pariwisata yang sustainable atau berkelanjutan,” katanya pada Barometerjatim.com, Sabtu (5/1).

Menurut Sinarto, saat ini Disbudpar sudah melakukan penjajakan terhadap wilayah Jember, Bondowoso dan Situbondo hingga Banyuwangi untuk menjadi wisata alternatif di luar Malang Raya.

“Ide ini selaras dengan keinginan Bapak Gubernur Jatim saat ini, yang sudah meminta agar ada wisata baru di luar Malang,” ungkapnya.

Rencana pengembangan wisata di wilayah Tapal Kuda, di antaranya juga tidak lepas dari tingginya minat turis mancanegara. Turis luar negeri memiliki ciri khas yaitu hobi mengunjungi wisata alam.

Data Disbudpar Jatim mencatat, sepanjang 2018 jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang ‘tersedot’ ke Jatim sebanyak 830.968 kunjungan. Jumlah ini naik 20,37 persen dibandingkan 2017 sebanyak 690.509 kunjungan.

Dari 830.968 kunjungan, turis asal Malaysia tercatat sebagai penyumbang wisman terbanyak ke Jatim, yakni 50 ribu kunjungan. Disusul Singapura 26 ribu kunjungan, dan China 16 ribu kunjungan.

“Di Tapal Kuda wisata alamnya luar biasa, tapi memang kurang dieksplorasi,” katanya.

Wilayah Tapal Kuda, lanjut Sinarto, juga kaya budaya agraris, kuliner berbasis agraris, serta memiliki sejarah dan kisah yang bisa dieksplorasi.

“Tipikal turis sekarang tidak sekadar senang melihat tempat wisata, tapi yang bisa mencerdaskan. Wisatawan asing sangat cocok dengan Jatim,” katanya.

Dia mengakui pengembangan wisata di Tapal Kuda masih terkendala akses yang belum merata. Wilayah Tapal Kuda akan ramai dikunjungi setelah pembangunan jalan tol tuntas.

290 Desa Wisata

Selain itu, masyarakat Jatim memiliki kesadaran tinggi dalam mengelola potensi wisata di wilayahnya. Hingga akhir 2018, ada 290 desa wisata yang mengelola aneka wisata hingga menarik kunjungan turis cukup signifikan.

“Pembangunan tol memang mempermudah pariwisata di suatu daerah, dan kami akan mengelola SDM-nya,” katanya.

Dana desa juga menjadikan warga antusiasme melakukan pengembangan desa wisata. Karena itu, Disbudpar akan melakukan pendampingan dan pelatihan secara aktif agar desa wisata menjadi beragam dan tidak saling sikut.

“Jangan sampai latah. Lagi tren apel, semuanya bikin desa wisata apel. Itu tidak efektif,” terangnya.

Secara keseluruhan, Data Disbudpar Jatim menyebutkan ada 265 objek wisata alam, 320 objek wisata budaya dan 199 objek wisata buatan yang tersebar di 38 kabupaten dan kota di Jatim. •

» Baca Berita Terkait Pemprov Jatim