Tujuh WNA China Berulah di Surabaya Lewat Judi Online

Tujuh Tersangka judi online di Surabaya diamankan Polda Jatim. | Foto: Barometerjatim.com/natha lintang
Tujuh Tersangka judi online di Surabaya diamankan Polda Jatim. | Foto: Barometerjatim.com/natha lintang

SURABAYA, Barometerjatim.com – Tujuh Warga Negara Asing (WNA) asal China berulah di Surabaya. Mereka membuka usaha judi online yang pelanggannya mayoritas dari negara asal ketujuh tersangka.

Ketujuh WNA China tersebut yakni ZL (33), ZY (20), GX (22), GG (21), HS (18), Mr CQ (23), dan Mr G (19). Mereka diamankan anggota Subdit Cyber Crime Dit Reskrimsus Polda Jatim di Perumahan Forest Mansion Cluster Blossom Blok A/10, Surabaya.

Wadir Reskrimsus Polda Jatim, AKBP Arman Asmara menuturkan, para tersangka ini datang ke Indonesia sejak dua bulan lalu menggunakan visa kunjungan.

“Ke Indonesia, mereka diantar seorang cungkok yang kami duga adalah bos mereka,” kata Arman di Mapolda Jatim, Senin (24/12).

Selanjutnya, mereka menyewa rumah di Perumahan Forest Mansion Cluster Blossom, Surabaya. “Di tempat ini, mereka mengoperasikan judi online yang mayoritas pelanggannya adalah warga China,” jelasnya.

Dengan laptop dan telepon genggam yang mereka bawa dari negara asalnya, lanjut Arman, mereka membuat website judi online bernama Perfect Lotery.

“Akun inilah yang digunakan para tersangka untuk mengoperasikan judi onlinenya pada dua bulan terakhir. Keuntungannya sekitar 5.000 yuan per hari atau setara Rp 10 juta,” beber Arman.

Di Surabaya Tak Kerja

Barang bukti catatan transaksi judi online WNA asal China. | Foto: Barometerjatim.com/natha lintang
Barang bukti catatan transaksi judi online WNA asal China. | Foto: Barometerjatim.com/natha lintang

Mengapa bisnis ini dikendalikan dari Indonesia? Arman menerangkan, sama dengan di Indonesia, bisnis perjudian juga dilarang di China.

“Akunnya dibuat di Indonesia agar tidak terdeteksi pemerintahan di sana, karena di China judi online dilarang. Saat ini kami masih mengembangkan kasusnya karena judi online ini terstruktur,” tandas Arman.

Sementara tersangka ZL mengaku, selama di Kota Pahlawan mereka tidak bekerja. Hanya bermain game atau judi online saja.

“Saya tidak memiliki hubungan bisnis apapun dengan orang Indonesia,” kata ZE dengan bahasa China yang diterjemahkan penerjemah yang diminta bantuan polisi.

Selanjutnya, para tersangka akan dijerat Pasal 45 ayat (1) Undang-Undang (UU) ITE dan UU Keimigrasian.

» Baca Berita Terkait Polda Jatim, Kriminal