Total 27.038 Sekolah di Jatim, Baru 6.506 Terakreditasi A

PEMBEKALAN: Gubernur Jatim, Soekarwo saat pembekalan kepala sekolah SMA/SMK swasta se-Jatim di Dyandra Convention, Surabaya, Kamis (23/2).

SURABAYA, Barometerjatim.com – Kualitas lembaga pendidikan di Jatim belum menggembirakan. Dari total 27.038 sekolah, baru 6.506 yang terakreditasi A dan sisanya dengan status di bawahnya. Karena itu dibutuhkan percepatan standarisasi.

Hal itu disampaikan Gubernur Jatim, Soekarwo saat pembekalan kepala sekola SMA/SMK swasta se-Jatim dalam rangka peningkatan kualitas pendidikan dan menyukseskan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) 2017 di Dyandra Convention, Surabaya, Kamis (23/2).

Standarisasi yang diwujudkan dalam bentuk akreditasi sekolah tersebut akan dimasukkan dalam perubahan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) 2017–2026 yang akan dirapatkan di Kantor Bappenas, Jakarta, Jumat (24/2). Dalam rapat ini gubernur Jatim akan menjadi salah satu nara sumber.

• Baca: Cegah Kriminalisasi Pendidikan Lewat SPP

Nantinya, lanjut gubernur yang akrab disapa Pakde Karwo itu, jika ada sekolah yang belum berhasil dalam pemenuhan standarisasi maka akan ditingkatkan dan dimasukkan ke dalam inkubator pendidikan, agar kualitas kepala sekolah dan guru memenuhi standarisasi.

“Dengan demikian, tidak akan terjadi lagi ada murid yang disuruh oleh guru untuk memfotokopi sesuatu, dan ke depan semua sekolah menjadi akreditasi A,” ujarnya.

Pakde Karwo menambahkan untuk keberhasilan pendidikan di Jatim, Pemprov akan mengajak para kepala sekolah untuk ikut serta dalam berbagai pengambilan kebijakan tentang pendidikan, baik secara langsung maupun perwakilan.

Gubernur juga mengingatkan bahwa pendidikan bukan untuk efisiensi, tapi menciptakan siswa berbudi luhur yang memahami IPTEK. Sekolah swasta diharapkan tidak menjadi private sector yang menuntut efisiensi. “Karena itu Pemprov akan berbicara dengan sekolah apa saja yang menjadi kebutuhannya,” katanya.

Kegiatan pembekalan ini dihadiri Kadisdik Jatim Syaiful Rohman, Ketua Dewan Pendidikan Jatim Prof Dr Zaki Baridwan dan 2.800 peserta terdiri dari para Kasek SMK/SMA swasta dan kepala UPT Pendidikan se-Jatim.