Tokoh NU Dihapus dari Kamus Sejarah, Baguss Bereaksi Keras!

EVALUASI NADIEM: Yusub Hidayat, minta kinerja Mendikbud Nadiem Makarim dievaluasi. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS/IST
EVALUASI NADIEM: Yusub Hidayat, minta kinerja Mendikbud Nadiem Makarim dievaluasi. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS/IST

SURABAYA, Barometerjatim.com – Sekjen Barisan Gus dan Santri (Baguss), Yusub Hidayat bereaksi keras atas hilangnya nama dua tokoh Nahdlatul Ulama (NU), Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari dan KH Abdurrahaman Wahid alias Gus Dur dari Kamus Sejarah Jilid I yang disusun pada 2017.

“Kita semua Barisan Gus dan Santri merasa ada ketersinggungan. (Itu) pelecehan terhadap tokoh dan figur bukan hanya umat Islam, tapi panutan rakyat Indonesia ketika nama Hadratussyekh dihilangkan dari kesejaraan,” geramnya, Sabtu (24/4/2021).

Menurut Yusub, yang perlu dicari dari kegaduhan ini yakni tim penyusun naskah dan harus diberi sanksi yang sekeras-kerasnya. Sebab, penghapusan nama KH Hasyim Asy’ari bukan semata keteledoran tapi ada kesengajaan.

“Hadratussyekh itu pemimpin umat Islam waktu itu, sampai keluar Resolusi Jihad (seruan jihad melawan penjajah) itu kan untuk mempertahankan NKRI,” ujar Yusub.

“Kalau itu dihilangkan atau tidak masuk kesejarahan bangsa Indonesia, berarti sama dengan orang anti NKRI. Presiden harus mengevaluasi Pak Menteri (Mendikbud Nadiem Makarim), berarti Pak Menteri engak teliti sampai naskah itu keluar,” paparnya.

Begitu pula dengan hilangnya nama Gus Dur. Menurut Yusub, itu yang juga membuat aktivis Nahdliyin merasa dilecehkan dan dikebiri, karena semua orang masih ingin perjuangan dan sumbangsihnya terhadap negeri ini.

“Sampai hari ini makamnya masih banyak dikunjungi peziarah. Kalau sampai dihilangkan dari kesejarahan terhadap proses demokrasi di Indonesia, ini sudah pelecehan besar. Orang-orang yang tidak masuk (berjasa besar) itu saja dimasukkan, ini yang harus kita pertanyakan,” jelasnya.

Soal di-cover ada foto KH Hasyim Asy’ari dan Gus Dur, menurut Yusub itu hanya mengelabuhi saja. “Gus Dur ini sumbangsihnya terhadap bangsa ini sangat luar biasa. Peran-perannya sangat membantu kita lebih leluasa dalam menyampaikan pendapat,” ujarnya.

» Baca Berita Terkait Nahdlatul Ulama