Tinjau USBN-BKS, Khofifah Datangi SMA Almamater Risma

Didampingi Saiful Rachman, Khofifah tinjau USBN-BKS di SMA kompleks. | Foto: Barometerjatim.com/abdillah hr

SURABAYA, Barometerjatim.com – Tak hanya munajat dan berpuasa untuk kelancaran siswa di Ujian Nasional Berstandar Nasional Berbasis Komputer dan Smartphone (USBN-BKS). Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa juga melakukan peninjauan pada hari pertama USBN-BKS, Senin (4/2/2019).

Empat sekolah dikunjungi Khofifah, yakni SMA Hang Tuah 1 serta SMA kompleks (SMAN 5 Surabaya, SMAN 2 Surabaya, dan SMAN 1 Surabaya). Di keempat sekolah tersebut, perempuan yang juga mantan Menteri Sosial itu mendapat sambutan hangat dari para pengajar.

Ada yang menarik saat kunjungan ke SMAN 5 Surabaya. Secara spontan, Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim, Saiful Rachman nyeletuk di hadapan Khofifah, “Ini dulu sekolahnya Bu Risma (Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini) lho Bu Gubernur.”

Mendapat cletukan dari Saiful, Khofifah hanya membalas dengan senyum, yang juga disambut dengan senyum kecil para guru serta sejumlah awak media yang menyertai kunjungannya.

Entah sebatas cletukan atau Saiful punya maksud lain, yang jelas Risma tengah menjadi sorotan lantaran masih menginginkan agar Pemkot Surabaya tetap bisa mengelola SMA/SMK.

Padahal aturannya jelas! SMA/SMK yang kini dikelola provinsi atas amanat Undang-Undang (UU) No 23/2014 tentang Pemerintah Daerah (Pemda). Khofifah bahkan menyarankan Risma agar melakukan judicial review ke MK kalau tidak pas dengan aturan dalam UU tersebut.

Pemanfaatan Smartphone

Keibuan! Khofifah tinjau pelaksanaan USBN-BKS di SMA Hang Tuah. | Foto: Barometerjatim.com/abdillah hr
Keibuan! Khofifah tinjau pelaksanaan USBN-BKS di SMA Hang Tuah. | Foto: Barometerjatim.com/abdillah hr

Usai melakukan sidak, Khofifah menegaskan optimis mampu menjaga akuntabilitas pelaksanaan USBN-BKS di wilayah Jatim. Hal ini ditunjang karena soal-soal yang disiapkan Dindik Jatim jumlahnya mencapai 5.000, sehingga bisa dipastikan setiap siswa akan mendapat soal yang berbeda.

“Saya melihat ada improvement pada USBN-BKS tahun ini. Setiap siswa dipastikan akan fokus pada komputer/laptop masing-masing karena soalnya berbeda,” kata Khofifah.

Khofifah menjelaskan, hal terbaru dari update teknologi USBN-BKS di Jatim yakni pemanfaatan smartphone. Terkait penggunaannya, dari segi keamanan juga diantisipasi yaitu saat siswa mengakses atau login ke aplikasi maka akses ke web lain akan dikunci.

“Kekhawatiran siswa untuk Googling jawaban tertentu tidak dimungkinkan, karena by system sudah di-lock dan loginnya baru bisa ketika di dalam kelas,” terangnya.

Hasil USBN-BKS ini, lanjut Khofifah, merupakan 100 persen penentu kelulusan siswa. Karena itu, kejujuran menjadi bagian yang sangat penting saat pelaksanaan ujian akhir ini.

“Saya semalam mengajak Wagub, Kadis dan jajarannya untuk shalat dan doa bersama, serta berpuasa selama pelaksanaan ujian, agar bisa menghadirkan doa untuk anak-anak kita di SMA/SMK/MA,” ucapnya.•

» Baca Berita Terkait Khofifah, Risma