Perhatian Lebih, Mensos Temui Penyandang Disabilitas di Solo

BALAI REHABILITASI: Mensos Idrus Marham saat mengunjungi Balai Besar Rehabilitasi Sosial Bina Daksa (BBRSBD) Prof dr Soeharso di Surakarta, Jumat (30/3). | Foto: Ist
BALAI REHABILITASI: Mensos Idrus Marham saat mengunjungi Balai Besar Rehabilitasi Sosial Bina Daksa (BBRSBD) Prof dr Soeharso di Surakarta, Jumat (30/3). | Foto: Ist

SOLO, Barometerjatim.com – Kementerian Sosial (Kemensos) akan mengambil langkah strategis untuk memberikan perhatian lebih kepada penyandang disabilitas, khususnya yang berada di bawah binaan panti dan balai di lingkungan Kemensos.

“Pembinaan, rehabilitasi medis dan pelatihan berbagai keterampilan sangat penting sebagai bekal mereka untuk dapat hidup mandiri dan mampu menjalani hidup dengan kepercayaan diri yang tinggi,” kata Mensos Idrus Marham saat mengunjungi Balai Besar Rehabilitasi Sosial Bina Daksa (BBRSBD) Prof dr Soeharso di Solo, Jumat (30/3).

Dalam rilis yang diterima Barometerjatim.com, Mensos mengungkapkan, BBRSBD menjalankan tugas dan fungsi pelayanan dan rehabilitasi sosial, resosialisasi, penyaluran dan bimbingan lanjut bagi penyandang disabilitas fisik agar mampu berperan dalam kehidupan bermasyarakat.

• Baca: ‘Balas Jasa’, Golkar Minta Idrus Marham Menangkan Khofifah

Dengan bekal keterampilan yang cukup, lanjutnya, mereka yang telah melalui tahap pembinaan akan kembali ke masyarakat dan menjadi anak-anak bangsa yang kreatif.

“Untuk itu saya ingin memastikan bahwa apa yang dimiliki oleh Kementerian Sosial seperti APBN bisa kita gunakan untuk meningkatkan pelayanan kita kepada mereka,” katanya.

Upaya lainnya, lanjut Idrus, yakni menjalin kerja sama kemitraan dengan stakeholder Kemensos. Misalnya untuk memberikan pelatihan keterampilan dan memberikan kesempatan kerja kepada penyandang disabilitas.

Sementara Dirjen Rehabilitasi Sosial Kemensos, Edi Suharto menjelaskan cikal bakal lembaga BBRSBD adalah ketika beberapa pejuang yang cacat pada 1945 sampai 1950 datang untuk mendapatkan pertolongan.

• Baca: Tak Lagi Mensos, Khofifah: Hatiku di Jawa Timur

Pada saat itu, Kemensos memberi bantuan berupa kaki dan tangan palsu. Seiring perjalanan waktu, balai ini berkembang menjadi lembaga rehabsos sehingga semakin banyak penyandang disabilitas yang mendapat bimbingan.

Kini BBRSBD telah memiliki 24.860 alumni yang tersebar di seluruh Indonesia dengan beragam profesi. Di antaranya karyawan perusahaan, pengusaha dan atlet nasional.