Tim Khofifah-Emil: Panwaslu Lamongan Memihak ‘Sebelah’

SEBUT PANWASLU DISKRIMINATIF: Khoirul Huda, tuding Panwaslu Lamongan diskriminatif dalam menangani laporan dugaan pidana Pemilu. | Foto: Barometerjatim.com/HAMIM ANWAR
SEBUT PANWASLU DISKRIMINATIF: Khoirul Huda, tuding Panwaslu Lamongan diskriminatif dalam menangani laporan dugaan pidana Pemilu. | Foto: Barometerjatim.com/HAMIM ANWAR

LAMONGAN, Barometerjatim.com – Tak hanya pelapor, Muslih HS yang kecewa dengan rekomendasi Panwaslu Lamongan. Hal senada disampaikan Sekretaris Tim Pemenangan Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak Kabupaten Lamongan, Khoirul Huda.

“Ya jelas kecewa! Laporan yang kita sampaikan melalui relawan itu sudah jelas mengandung atau ada pelanggaran,” katanya di kantor Panwaslu Lamongan, Jumat 8/6).

Pria yang akrab dipanggil Cak Huda tersebut, bahkan menuding Panwaslu Lamongan diskriminatif dalam menangani dugaan pelanggaran yang dilaporkan relawan Khofifah-Emil.

• Baca: Rekom Janggal, Panwaslu Lamongan Akan Diadukan DKPP

“Cara penanganannya ini diskriminatif, tidak sesuai aturan dan tidak berimbang. Diskriminatifnya antara penanganan laporan calon nomor satu dan calon nomor dua,” sebutnya, merujuk pelaporan bagi-bagi stiker paslon nomor satu bersamaan dengan acara Program Keluarga Harapan (PKH).

Saat itu, tandas Huda, respons Panwaslu Lamongan langsung mengkaitkan dan memanggil tim kampanye Khofifah-Emil Dardak. Padahal belum terbukti dan belakangan memang tidak terbukti ada pelanggaran Pemilu.

“Tapi pada kasus ini yang sudah betul-betul melibatkan perangkat desa, melibatkan calon, karena ada calon di situ. Ini sudah tidak ada sama sekali, apakah kepada calon atau timnya,” tegasnya.

• Baca: Panwaslu Lamongan, Kapan Panggil Gus Ipul?

Dia juga mempertanyakan kredibilitas Panwaslu dalam proses penanganan laporan dugaan pelanggaran Pemilu di Lamongan, yang selama ini terkesan memihak dan membela ‘paslon sebelah’ di Pilgub Jatim.

“Dan ini adalah kesimpulan saya, bahwa Panwaslu ada pembelaan terhadap calon nomor dua. Ini jelas sekali,” tandas mantan Ketua KPU Kabupaten Lamongan tersebut.

Atas keputusan hasil rekomendasi Panwaslu Lamongan yang dianggap berat sebelah tersebut, pihaknya akan mengambil langkah-langkah sesuai mekanisme dan aturan yang ada. Termasuk rencana melaporkan Panwaslu Lamongan ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP).

• Baca: Bagi-bagi Uang, Acara Gus Ipul-PPDI Dilaporkan ke Panwaslu

“Kita akan pelajari dan koordinasikan dengan tim hukum, termasuk rencana melaporkan ke DKPP untuk mendapat keadilan,” pungkasnya.

Di sisi lain, Ketua Panwaslu Lamongan, Toni Wijaya membantah tudingan Huda. Menurutnya, pihaknya sudah menangani laporan sesuai dengan aturan yang berlaku, serta memperlakukan semua paslon maupun tim kampanye setara.

“Tidak benar ada keberpihakan, semua sama setara, dan aturan adalah landasan kami dalam bertindak,” katanya.