Rabu, 07 Desember 2022
Barometer Jatim
Cloud Hosting Indonesia

Tiada Tes Narkoba, Granat-Baanar Kritisi Penjaringan Calon

Berita Terkait

BERSIH DARI NARKOBA: Muhammad Khoiril Roziqin dan Arie Soeripan Tyawatie, bakal Cagub-Cawagub tak hanya harus bersih dari korupsi tapi juga bersih dari narkoba. | Foto: Ist
- Advertisement -

SURABAYA, Barometerjatim.com – Tiga Parpol, PDIP, Demokrat dan Hanura, menggelar penjaringan bakal Cagub-Cawagub. Sejumlah syarat ditetapkan, sayang tak satupun Parpol yang mensyaratkan kandidat bebas dari narkoba.

Kondisi itu dikritisi Ketua DPD Gerakan Nasional Anti Narkotika dan Psikotropika (Granat) Jawa Timur, Arie Soeripan Tyawatie.

“Calon pemimpin itu tak hanya harus bersih dari korupsi tapi juga bersih dari narkoba,” tegas perempuan aktivis anti narkoba itu, Selasa (25/7). “Karena itu kami menantang para kandidat untuk tes urine untuk membuktikan mereka bersih dari narkoba.”

• Baca: Gus Ipul Suka Traktir Kiai Biar Didukung Jadi Gubernur

Menurut Arie, seharusnya Parpol menjadikan isu pemberantasan penyalahgunaan narkoba menjadi isu strategis dalam Pilgub Jatim 2018. Di antaranya dengan mensyaratkan bebas narkoba kepada para kandidat yang mendaftar.

Terlebih moralitas menjadi syarat penting bagi seorang calon pemimpin. Karena itu salah satu parameternya adalah komitmen mereka dalam memerangi penyalahgunaan narkoba.

“Komitmen memerangi narkoba tak kalah penting dari isu populis lain, seperti kesejahteraan, kesehatan maupun pendidikan,” katanya.

• Baca: ‘Gaya Vespa’ La Nyalla Melaju di Penjaringan Demokrat

Apalagi, lanjut Arie, bahaya narkoba sangat dahsyat karena merusak sendi-sendi kehidupan bangsa dan negara. Tak hanya generasi muda yang disasar, belakangan remaja dan anak-anak juga menjadi sasaran peredaran narkoba.

“Komitmen pemberantasan narkoba harus dimulai dari pemimpin, karena itu saya berharap pemimpin Jatim ke depan harus punya komitmen memerangi narkoba,” ujar aktivis Lions Club tersebut.

Gubernur Bersih Narkoba

Senada, Kepala Badan Ansor Anti Narkoba (Baanar) Kota Surabaya, Muhammad Khoiril Roziqin menilai komitmen calon pemimpin Jatim ke depan terhadap pemberantasan penyalahgunaan narkoba sangat penting, karena yang bersangkutan memimpin 38 kabupaten/kota termasuk Kota Surabaya.

Aktivis GP Ansor yang akrab disapa Roziqin itu mengingatkan, Jatim adalah provinsi nomor dua yang peredaran narkobanya terbesar di Indonesia. Sekitar 800 ribu warga Jatim disinyalir mengkonsumsi narkoba.

Sementara Kota Surabaya sebagai ibu kota provinsi menjadi target utama peredaran narkoba. Karena itu, narkoba menjadi masalah sangat krusial dan mendesak untuk diperangi.

• Baca: Ikut Penjaringan Demokrat, Cak Nur Serasa Daftar ke KPUD

“Memerangi narkoba tak bisa hanya mengandalkan aparat penegak hukum seperti polisi dan BNN. Kepala daerah juga harus turun tangan memerangi peredaran narkoba. Karena itu calon gubernur harus bersih dan anti terhadap narkoba,” imbuh Roziqin.

Dia mengingatkan peristiwa Bupati Ogan Ilir yang baru dilantik tapi belakangan ditangkap Badan Narkotika Nasional (BNN) karena mengkonsumsi narkoba. Agar peristiwa serupa tak terjadi di Jatim, pihaknya berharap KPU menggandeng BNN melakukan tes narkoba kepada para calon kepala daerah termasuk Cagub dan Cawagub.

- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Terkait

- Advertisement -

trendnews
Berita Trending Saat Ini

- Advertisement -

BERITA TERKINI

- Advertisement -