Tertampar Kasus Sukamiskin, Yasonna Geledah Lapas Porong

GELEDAH LAPAS PORONG: Menkumham, Yasonna H Laoly menjalani prosedur pemeriksaan sebelum menggeledah Lapas Surabaya di Porong, Sidoarjo, Minggu (22/7). | Foto: IST
GELEDAH LAPAS PORONG: Menkumham, Yasonna H Laoly menjalani prosedur pemeriksaan sebelum menggeledah Lapas Surabaya di Porong, Sidoarjo, Minggu (22/7). | Foto: IST

SIDOARJO, Barometerjatim.com – Kasus jual-beli fasilitas di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sukamiskin, Bandung, menjadi ‘tamparan’ bagi Menteri Hukum dan HAM  Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna H Laoly.

“Padahal sebelumnya saya sudah memberikan penegasan agar pegawai di Kemenkumham bersih dari Korupsi,” ujarnya usai menggeledah blok hunian di Lapas Kelas I Surabaya, Minggu (22/7).

Penggeledahan dilakukan pihak Kemenkumham secara serentak di Indonesia, buntut dari kasus di Sukamiskin. Secara khusus, Menkumham memimpin penggeledahan di Lapas Kelas I Surabaya yang terletak di Porong.

• Baca: ‘Bermain’ dari Lapas, Operator Narkoba Ditembak Mati

Dalam penggeledahan sekitar dua jam tersebut, Yasonna didampingi Kadivpas Kemenkumham Jatim, Krismono dan kepala UPT dari Korwil I Surabaya, serta didukung oleh petugas pemasyarakatan dari Korwil I Surabaya.

Menkumham langsung menuju ke Blok H. Blok di sisi utara Lapas itu dihuni 58 Warga Binaan Pemasyarakat (WBP) yang mayoritas WBP kasus Tipikor. Satu persatu kamar dimasuki dan digeledah.

Geledah Seluruh Blok

Dari blok H, rombongan menuju Blok D tempat para WBP kasus kriminal berat. Hasilnya, ratusan benda-benda elektronik dan berbahan metal disita petugas.

Kabar baiknya, Yasonna tidak menemukan handphone dan narkoba dalam penggeledahan tersebut, termasuk tidak adanya kamar khusus dengan fasilitas berlebihan.

• Baca: Bongkar Jaringan Narkoba di Lapas, BNN Terganjal Ponsel

“Pelayanan sudah sesuai standar yang ada. Perbedaannya di blok H lebih bersih karena narapidanya memang menjaga kebersihan. Ini (penggeledahan) merupakan gerakan bersih-bersih. Mindset dan integritasnya harus diubah,” ujarnya.

Yasonna juga menegaskan akan memberikan hukuman keras bagi anak buahnya yang bermain-main dengan kewenangan yang dimilikinya. Sehingga, dia memastikan kegiatan hari ini tidak berhenti sampai di sini saja.