Senin, 05 Desember 2022
Barometer Jatim
Cloud Hosting Indonesia

Terima Konjen AS, Emil Dardak Singgung Universitas Muhammadiyah Malang

Berita Terkait

AS-JATIM: Wagub Emil Dardak menerima kunjungan Konjen AS di Surabaya, Jonathan Alan. | Foto: Barometerjatim.com/IST
AS-JATIM: Wagub Emil Dardak menerima kunjungan Konjen AS di Surabaya, Jonathan Alan. | Foto: Barometerjatim.com/IST
- Advertisement -

SURABAYA, Barometerjatim.com – Wakil Gubernur Jatim, Emil Elestianto Dardak menerima kunjungan Konsulat Jenderal Amerika Serikat (AS) di Surabaya Jonathan Alan di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Kamis (7/4/2022).

Dalam kesempatan tersebut, keduanya membahas kerja sama Jatim-AS dalam berbagai sektor, termasuk dalam industri perfilman, bisnis, dan pendidikan. Mengingat, Jatim merupakan salah satu provinsi yang banyak jumlah penduduknya dan cukup tinggi volume ekonominya.

“Di sini ada sekitar 450 perusahaan yang beroperasi dari mulai 2010 sampai sekarang dengan berbagai macam investasi yang masuk ke Jatim. Ada yang di bidang pertambangan, makanan minuman, serta bidang kimia dan farmasi,” kata Emil Dardak.

“Kita berharap bahwa semakin banyak investasi yang masuk dan tentunya hubungan yang saling menguntungkan dengan Amerika Serikat,” sambungnya.

Emil mengatakan, pihaknya berharap agar Konjen AS dapat menjembatani relasi Jatim dengan perusahaan-perusahaan raksasa AS. Peluang tersebut dapat menjadi kesempatan peningkatan ekonomi daerah yang sesuai dengan demand perkembangan zaman.

“Saya nitip untuk bisa diadakan diskusi dan audiensi dengan perusahaan seperti Google Group atau Meta Group, karena kita hampir tidak pernah berurusan dengan media sosial,” ujar Emil Dardak.

“Kita ingin sebenarnya bisa ada sinergi komunikasi. Supaya tahu bagaimana langkah-langkah ke depannya, agar bisa sinergis antara pengembangan ekonomi di Jatim dengan mungkin apa yang mereka ingin dorong juga dari platform-platform ini,” terangnya.

Dalam kesempatan tersebut, Emil juga menyinggung perihal Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang saat ini sedang mengembangkan Center for Future Works atau Pusat Profesi Masa Depan. Salah satu kemungkinan yang sedang digodok adalah sinergi dengan Pusat Inovasi Komputasi Awan atau Cloud Innovation Centre.

“Salah satu mitra dari project ini adalah Amazon Web Services yang juga merupakan perusahaan yang bermarkas di AS. Saya tadi menyampaikan, mohon dari Konsulat Jenderal juga bisa ikut membantu untuk terus mendorong agar sinergi ini bisa terlaksana dengan baik,” tuturnya.

Sementara itu untuk sektor pendidikan, Emil Dardak menerangkan pihaknya sedang mendiskusikan program-program seperti beasiswa maupun pertukaran pelajar yang dapat bermanfaat untuk putra-putri Jatim.

Hal tersebut, jelas Emil Dardak, merupakan salah satu harapan masyarakat mengingat dirinya pernah berkesempatan mengikuti program fellowship yang diselenggarakan Michael Bloomberg bersama dengan Harvard University.

“Saya ikut tahun 2018 saat masih menjadi bupati. Di sana, saya mendapat kesempatan untuk ikut bersama dengan kurang lebih 30 wali kota dari Amerika dan Eropa. Maka kita berharap ke depannya akan semakin banyak peluang bagi putra-putri dari Jatim untuk bisa juga mengikuti program-program yang ada di AS,” paparnya.

Mantan Bupati Trenggalek itu juga mengatakan akan ada peluang kerja sama dalam sektor perfilman. Dia menerangkan, salah satu yang bisa dijadikan wadah adalah kluster animasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Singhasari, Kabupaten Malang. Emil Dardak berharap AS bisa ikut berkontribusi dengan penanaman investasi tertentu.

“KEK di Singhasari ada kluster dan studio animasi, tapi konsepnya itu akan terintegrasi dengan salah satunya adalah perfilman. Jadi kalau ada studio-studio yang ingin dikembangkan dengan peralatan dari AS, sebenarnya fasilitas insentif-insentif fiskal itu bisa dinikmati untuk investasi mulai dari Rp 100 miliar ke atas,” ucapnya.

“Mudah-mudahan setelah ini bisa ada pembicaraan-pembicaraan selanjutnya untuk bekerja sama di industri perfilman,” harapnya.

Menanggapi hal itu, Konjen AS Jonathan Alan mengungkapkan bahwa minatnya dalam industri perfilman Indonesia bersumber pada potensi yang dimiliki negara ini.

“Saya sering tereskpos dengan industri perfilman selama karir saya. Saya pikir banyak potensi di sini karena Indonesia memiliki banyak sekali talenta dan lokasi indah, jadi itu adalah ketertarikan pribadi saya. Untuk itu, saya ingin melihat bagaimana industri ini bisa berkembang di sini,” ucapnya.

Selain itu, Jonathan juga memuji efisiensi Pemprov Jatim, terutama saat pandemi Covid-19 melanda Indonesia. Maka, pihaknya akan terus bersinergi dengan Jatim agar bisa saling bertukar ilmu serta informasi demi peningkatan kualitas wilayah.

» Baca berita terkait Emil Dardak. Baca juga tulisan terukur lainnya Abdillah HR.

- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Terkait

- Advertisement -

trendnews
Berita Trending Saat Ini

- Advertisement -

BERITA TERKINI

- Advertisement -