#TangkapGubernurJatim Trending di Twitter, Waduh!

MAKIN GADUH: Buntut pasta ultah Khofifah, tagar #TangkapGubernurJatim trending di Twitter. | Foto: Capture Twitter/IST
MAKIN GADUH: Buntut pasta ultah Khofifah, tagar #TangkapGubernurJatim trending di Twitter. | Foto: Capture Twitter/IST

SURABAYA, Barometerjatim.com – Sembilan hari berlalu. Protes, kritik, hingga hujatan soal pesta ulang tahun (ultah) Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa bukannya mereda, tapi malah kian deras menggelinding di media sosial.

Bahkan menjadi trending di Twitter dengan hastag #TangkapGubernurJatim. Hingga Jumat (28/5/2021) siang sudah dicuitkan 3.673 Tweets.

Rata-rata warganet menghujat Khofifah dengan berbagai meme dan meminta penegak hukum bertindak adil. Tak sedikit pula yang membandingkan dengan Habib Rizieq Shihab (HRS), yang divonis 8 bulan penjara dalam perkara kerumunan di Petamburan dan denda 20 juta atas kerumunan di Megamendung.

“Ayo bu Gubernur taatlah aturan dan patuhi hukum… IBHRS aja kena kurungan dan denda. Polda Jatim Periksa Saksi Ultah Khofifah Terkait Kasus Prokes,” tulis akun @tijabar.

“Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Yg setuju RT,” sambar @daah_gituaja sambil memposting foto Khofifah dengan tulisan Minta Maaf dan HRS disertai tulisan Denda & Pidana.

Sedangkan aku @L4dyTwins__ mencuit “Walopun Nggak nggerti tapi pen tetap posting,” tulisanya disertai meme yang menampilkan gambar Puan Maharani mengolok-olok Ganjar Pranowo karena rajin bermedia sosial plus foto Khofifah.

Sejak pesta ultah Khofifah di halaman rumah dinasnya, kompleks Gedung Negara Grahadi, Surabaya terpublish, gubernur yang juga ketua umum PP Muslimat NU itu langsung dihujani hujatan warganet dan komentar keras dari berbagai pihak.

Senin (24/3/2021), empat elemen masyarakat juga melaporkan Khofifah ke Polda Jatim. Mereka yakni Arek 98 Suroboyo Tangi, menyusul LSM Lumbung Informasi Rakyat (Lira) Jatim, advokat M Sholeh, dan Barisan Pemuda Nusantara.

Tak hanya di Jatim. Keprihatinan juga disampaikan warga Jatim perantauan di Jakarta yang tergabung dalam Swara Jatim (Silaturahmi Warga Perantau Jawa Timur).

Mereka mendatangi Kantor Badan Penghubung Daerah Jatim di Jalan Pasuruan Nomor 16-20, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (27/5/2021), untuk mendukung Polda Jatim agar mengusut dugaan pelanggaran prokes dalam pesta ultah tersebut.

Selain itu, mereka juga menyampaikan petisi serta plakat penghargaan kepada Khofifah sebagai ‘Duta Taat Prokes’ untuk menyindir komitmennya dalam menjaga prokes di Jatim yang diterima Kepala Badan Penghubung Daerah Jatim, Zainal Fanani.

“Perbuatan gubernur dan jajaran Pemprov Jatim yang menggelar pesta ultah di tengah pandemi Covid-19, jelas sangat memalukan dan menyakitkan hati kami para perantau yang terpaksa tidak pulang karena patuh pada larangan mudik yang diterapkan oleh pemerintah,” geram Bambang, koordinator Swara Jatim.

“Kami dengan berat hati tidak bertemu dengan keluarga, demi mematuhi larangan mudik tersebut dan mendukung program Presiden Jokowi agar Indonesia segera terbebas dari pandemi Covid-19 ini. Namun sebaliknya, Ibu Gubernur Jatim telah memberikan teladan buruk dengan melanggar prokes,” tandasnya.

» Baca Berita Terkait Ultah Khofifah