Tangkal Radikalisme! Gus Hans: Bikin Milenial Nyaman di Masjid

BERI RUANG MILENIAL: Gus Hans (kiri) dan Emil Dardak, bikin masjid homey bagi milenial. | Foto: Barometerjatim.com/NATHA LINTANG
BERI RUANG MILENIAL: Gus Hans (kiri) dan Emil Dardak, usai acara pelantikan pengurus DMI Jatim. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

SURABAYA, Barometerjatim.com – Penyusupan radikalisme masih menjadi problem serius, terutama lewat masjid-masjid di kampus. Situasi ini menjadi salah satu tantangan bagi pengurus Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jatim.

“Tugas kita ini di antaranya mengamankan masjid, dari kemasukan nilai-nilai radikalisme yang intoleran dan antinasionalisme,” tutur Wakil Ketua DMI Jatim, KH Zahrul Azhar Asumta di Surabaya, Jumat (4/10/2019).

Apalagi menurut kiai muda yang akrab disapa Gus Hans tersebut, beberapa kampus bahkan sudah terpapar radikalisme. Karena itu dia mengajak mahasiswa agar tidak hanya turun ke jalan melakukan aksi demonstrasi, tapi juga rajin ke masjid.

Salah satu program yang tengah disiapkan DMI Jatim, yakni Mosque Millennial Friendly alias masjid yang ramah untuk kalangan milenial.

“Kalau masjid tidak diisi oleh orang-orang kita kaum milanial, maka jangan salahkan kalau masjid akan diisi milenial orang lain,” ujarnya.

Breakdown dari program tersebut, jelas Gus Hans, yakni bagaimana membuat milenial homey dengan masjid. “Masjid jangan hanya dijadikan tempat ibadah mahdhah, tapi ghairu mahdhah, sosial, kewirausahaan dan sebagainya,” paparnya.

Di masjid harus disiapkan ruangan tersendiri bukan hanya untuk Taman Pendidikan al-Qur’an (TPQ), tapi juga ruang diskusi tempat anak-anak muda berkreasi, bikin lomba-lomba, maupun kegiatan lainnya.

“Nah, tugas kita adalah menstimulan mereka dengan membikin lomba-lomba yang melibatkan remaja masjid-masjid di Jatim,” tandasnya.

Kalau suasana tersebut bisa terbangun dengan baik, termasuk para remaja merasa homey di masjid, maka semangat memakmurkan dan dimakmurkan masjid bisa berjalan maksimal.

“Karena makmur itu bukan hanya foktor duniawi saja, tetapi ada ketenteraman hati dan situasi yang diciptakan oleh kegiatan-kegiatan yang sifatnya positif,” tuntas Gus Hans.

» Baca Berita Terkait DMI Jatim, Gus Hans