Tangani Covid-19, Gus Hans: Jangan Ada yang Cari Panggung!

JANGAN CARI PANGGUNG: Gus Hans, jangan manfaatkan penanganan Covid-19 untuk cari panggung. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
JANGAN CARI PANGGUNG: Gus Hans, jangan manfaatkan penanganan Covid-19 untuk cari panggung. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

SURABAYA, Barometerjatim.com – Sepanjang pandemi Covid-19 sejak Februari 2020 hingga 30 Juni 2021, Pasukan Serbaguna Nahdlatul Ulama (Panser NU) mencatat sebanyak 541 ulama wafat.

Menurut Pemerhati Kesehatan Masyarakat yang juga Tokoh Muda NU, Zahrul Azhar Asumta alias Gus Hans, kondisi tersebut sangat memprihatinkan.

“Saya sangat prihatin sekali dengan kondisi yang ada. Saya selalu mengatakan, ketika kematian sudah tidak bisa lagi mengingatkan kita sebagai nasihat, maka kira-kira dengan cara apa lagi?” katanya, Senin (5/7/2021).

“Allah telah memberikan petunjuk kepada kita semuanya betapa orang-orang yang alim, tokoh-tokoh ulama yang kita ikuti petuah-petuahnya kapundut (wafat) lebih dahulu, dan menjadi ancaman bagi masa depan moral bangsa kita,” sambungnya.

Di luar ratusan ulama yang wafat, lonjakan kasus Covid-19 di berbagai daerah juga semakin miris. Di Jatim, misalnya. Dari data Satgas Covid-19 Jatim, hingga Minggu (4/7/2021) terdapat tambahan kasus baru sebanyak 1.468 atau kumulatif kasus terkonfirmasi positif menjadi 178.725.

Karena itu, menurut Gus Hans, perlu ada tindakan khusus dan ekstra dari pihak pemerintah, bahkan situasi ini tidak lagi main-main.

“Mohon tidak memanfaatkan momentum Covid-19 ini hanya sekadar mencari panggung, dan dimanfaatkan untuk momentum kursi-kursi yang lebih tinggi lagi. Fokus kepada penyelesaian masalah,” katanya.

Bagaimana caranya? Menurut Gus Hans melalui dua pendekatan. Pertama, pendekatan sosial dengan cara kemanusiaan serta silaturahmi kepada tokoh-tokoh masyarakat. Kedua, law enforcement dengan menegakkan hukum terhadap pelanggar-pelanggar protokol kesehatan (prokes) yang ada.

“Kalau dua (pendekatan) itu dilakukan, insyaallah masyarakat akan tertib. Selama ini, bisa jadi, masyarakat tidak tertib gara-gara tidak adanya penekanan kekuatan hukum yang ditetapkan oleh pemerintah kepada masyarakat,” ucap Gus Hans.

“Seakan-akan, justru kekuatan hukum ini hanya menjadi alat politik saja untuk menjerat orang-orang yang tidak diinginkan pemerintah. Ini enggak boleh dalam pikiran masyarakat terjadi seperti itu,” tandasnya.

Covd-19 Jangan Ditutupi

PECAH REKOR LAGI: Miris! Kumulatif kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Jatim capai 178.725. | Sumber: Satgas Covid-19 Jatim
PECAH REKOR LAGI: Miris! Kumulatif kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Jatim capai 178.725. | Sumber: Satgas Covid-19 Jatim

Gus Hans menambahkan, data Panser NU tersebut adalah para kiai wafat yang baik disebabkan Covid-19 secara langsung, karena situasi pandemi, dan penyakit-penyakit sertaan lainnya di luar kecelakaan lalu lintas.

“Saya hanya ingin menunjukkan pada publik, ini lho dampaknya. Bukan hanya mereka yang kena Covid-19 saja yang wafat, tetapi orang-orang yang tidak kena pun kut serta merasakan dampak ini semuanya,” ujarnya.

Pengasuh Pondok Pesantren Queen Al Azhar Darul Ulum Jombang tersebut mencontohkan soal kelayakan fasilitas kesehatan (faskes), sehingga tidak bisa optimal untuk melayani para kiai tersebut.

“Jadi kita tidak mengatakan semua Covid-19, tetapi dampak dari pandemi ini sungguh luar biasa, salah satunya faskesnya tidak imbang,” katanya.

Jadi mayoritas akibat terpapar Covid-19? “Kalau kita konfirmasi mayoritas Covid-19, walaupun beberapa pihak masih menutupi. Maka kita sekarang ini berjuang di internal kita, kita tidak boleh menutupi jika ada yang kasus Covid-19,” ujarnya.

Bagi Gus Hans, Covid-19 bukanlah aib. Maka harus dibuka karena ini nanti berkaitan dengan tracing, tracking, dan testing.

“Mereka berinteraksi dengan siapa saja dan akan menulari siapa saja, itu akan ketahuan. Kalau tertutup ya enggak akan bisa ketahuan,” tuntas alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta tersebut.

MAKIN MIRIS: Peta status zona Covid-19 di Jatim. Ada tambahan kasus baru 1.468 per Minggu (4/7/2021). | Sumber: Dinkes Jatim
MAKIN MIRIS: Peta status zona Covid-19 di Jatim. Ada tambahan kasus baru 1.468 per Minggu (4/7/2021). | Sumber: Dinkes Jatim

» Baca Berita Terkait Wabah Corona