Tak Lupa Akar NU, Mensos Hadiri Istighotsah Kubro

KADER NAHDLATUL ULAMA: Khofifah menyapa warga NU saat menghadiri istigotsah kubro yang digelar PWNU Jatim di GOR Delta Sidoarjo, Minggu (9/4). | Foto: Barometerjatim.com/MARIJAN ZA

SIDOARJO, Barometerjatim.com – Meteri Sosial (Mensos) Khofifah Indar Parawansa tak pernah melupakan akarnya sebagai warga NU. Di sela kunjungan kerja, dia membagi waktu untuk menghadiri istighotsah kubro yang digelar PWNU Jatim di GOR Delta Sidoarjo, Minggu (9/4).

Khofifah yang juga Ketua Umum PP Muslimat NU, hadir di GOR Delta ditemani tokoh Muslimat pusat maupun daerah, yakni Machfudhoh Aly Ubaid (dewan penasihat PPMNU) dan Ulfah Mashfufah (Sekum PPMNU), Munjidah Wahab (ketua PCMNU Jombang), Kartika Hidayati (ketua PCMNU Lamongan) serta Aida Fitriati (ketua PCMNU Kabupaten Pasuruan).

Bersama lebih dari 500 ribu warga NU dari seluruh Jawa Timur, Mensos tampak menundukkan kepala, khusyuk bermunajat. “Sejuk sekali batin ini menyimak setiap lantunan doa,” katanya usai mengikuti istighotsah.

“Betapa cintanya kita pada Allah, pada bangsa ini sehingga semua dapat hadir dengan ikhlas memohon kepada Sang Pencipta agar bangsa ini aman, damai dan rakyatnya selalu dalam lindungan Allah SWT.”

Selain Khofifah, acara bertema Mengetuk Pintu Langit, Menggapai Nurullah itu dihadiri Rais Aam PBNU KH Ma’ruf Amin, Menteri Agama Lukman Hakim Syaifuddin, Ketua DPR Setia Novanto, Ketua Umum PWNU Jatim KH Muttawakkil Alallah, Gubernur Soekarwo, serta bupati dan wali kota seluruh Jawa Timur.

Khofifah melanjutkan, di tengah kondisi bangsa Indonesia saat ini yang penuh tantangan baik dari dalam maupun dari luar negeri, kegiatan istighotsah sangat relevan dengan tugas-tugas di Kemensos dalam harmonisasi sosial dan keserasian sosial dalam masyatakat.

“Tugas ini berada di Direktorat Jenderal Pemberdayaan Sosial yang menangani kepahlawanan, keperintisan, kesetiakawanan dan restorasi sosial,” jelasnya.

• Baca: Respons Kondisi Bangsa, Kiai NU Gelar Istighotsah Kubro

Di dalam NU sendiri, lanjutnya, juga mengajarkan persaudaraan dalam konsep ukhuwah islamiah (persaudaraan sesama umat Islam), ukhuwah wathoniah (persaudaraan kebangsaan), ukhuwah insaniyah (persaudaraan sesama manusia) dan ukuwah nahdliyah (persaudaraan sesama warga NU).

“Jika saling bersaudara akan terwujud harmoni dan jika ada harmoni akan teguh NKRI. Maka terwujudlah keadilan ekonomi, keadilan hukum dan keadilan politik demi kemaslahatan umat,” ujar Khofifah.

Sementara Kiai Ma’ruf dalam sambutannya mengatakan kondisi politik, ekonomi, sosial budaya di dunia turut mempengaruhi kondisi Indonesia. Sementara itu di saat yang sama di dalam negeri ada kelompok-kelompok yang ingin merusak tatanan NKRI. Untuk itu dia mengimbau kepada umat Islam agar berdoa untuk bangsa.

“Mudah-mudahan Allah SWT menjaga bangsa Indonesia, menjadikan negara ini aman dan damai,” kata Kiai Ma’ruf. Sebelum istighotsah kubro, acara diawali dengan pembacaan maklumat PWNU Jatim.

LIMA MAKLUMAT PWNU JATIM

  1. Menjaga agama (hifdzuddin) dari hal-hal yang bisa merusaknya.
  2. Menjaga negara (hifdzutfdaulah) dari hal-hal yang membahayakan NKRI.
  3. Menjaga amanah (hifdzulamanah) seraya menegakkan keadilan bagi semua pemimpin dan menghindari kesenjangan sosial.
  4. Menjaga umat (ri’ayatulummah) dari kebangkrutan akhlak seraya memperkuat nilai nasionalisme.
  5. Menjaga persatuan dan kesatuan, kedamaian, ketenteraman serta melakukan muhasabah, muroqobah, munajat dan mendekatkan diri kepada Allah Swt.