Tak Hanya ‘Tukang Geledah’, Kejaksaan Rutin Gelar Baksos

BAKSOS KEJAKSAAN: Ketua Jaksa Agung HM Prasetyo (berkalung bunga) di acara baksos yang digelar Kejati Jatim, Sabtu (24/3). | Foto: Barometerjatim.com/ABDILLAH HR
BAKSOS KEJAKSAAN:  Jaksa Agung HM Prasetyo (berkalung bunga) di acara baksos yang digelar Kejati Jatim, Sabtu (24/3). | Foto: Barometerjatim.com/ABDILLAH HR

SURABAYA, Barometerjatim.com – 500 penderita katarak dioperasi di kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim di Jalan Ahmad Yani Surabaya, Sabtu (24/3). Langkah ini sebagai bentuk perhatian korps Adhyaksa terhadap masyarakat.

Jaksa Agung HM Prasetyo bersama Ketua Umum Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) Ros Ellyana Prasetyo hadir langsung untuk meninjau pelaksanaan bakti sosial (baksos) tersebut.

“Kejaksaan tidak hanya bisa menggeledah dan memenjarakan saja,” seloroh Prasetyo. “Namun juga bisa memberi perhatian terhadap masyarakat yang kurang mampu,” tandasnya.

• Baca: Baru Diresmikan, Rutan Kejati Dihuni 8 Tersangka Korupsi

Menurut Prasetyo, kegiatan ini sangat membantu mayarakat kurang mampu. Sebab, jika operasi dilakukan mandiri bisa menelan biaya sekitar Rp 10 jutaan untuk satu mata. “Kalau dua bola mata kan sudah Rp 20 juta, apa tidak mahal? Kalau warga kurang mampu tidak bisa dijangkau,” katanya.

Baksos, tambah Prasetyo, tidak hanya dilakukan di Surabaya. Sebelumnya kegiatan serupa digelar di beberapa kota termasuk NTT, Wonogiri, Papua, Sukabumi dan Jakarta.

“Di waktu yang bersamaan, hari ini di Bojonegoro juga kita gelar kegiatan yang sama dengan jumlah hampir 200 penderita. Sedangakan di Surabaya ini kita mampu mengoperasi 500 penderita,” tambahnya.

• Baca: Dalami Kasus Korupsi PD Pasar Surya, Kejati Periksa 4 Saksi

Dengan tambahan dari Surabaya dan Bojonegoro, hingga kini Kejagung telah membantu sekitar 15 ribu masyarakat kurang mampu di seluruh Indonesia. Jumlah itu terdiri dari penderita katarak, hernia dan pterygium.

Atas program-program sosial tersebut, menurut Prasetyo, IAD mendapat apresiasi tinggi dari Kementerian Kesehatan. “Kegiatan sosial ini sekaligus menunjukan andil pemerintah melalui kejaksaan,” katanya.

“Dan kontribusi kejaksaan tidak hanya soal penegakan hukum saja, tapi juga ikut memberikan pencerahan dan mempermudah pelayanan akses kesehatan terhadap masyarakat,” tandasnya.