Senin, 15 Agustus 2022
Barometer Jatim
Cloud Hosting Indonesia

Tak Ganggu Jalanan! Pemkot Wadahi Kreasi Anak Muda Bidang Fashion Lewat Mejeng Nang Suroboyo

Berita Terkait

TAK GANGGU KEPENTINGAN UMUM: Mejeng Nang Suroboyo, street style manfaatkan Alun-Alun Suroboyo. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
TAK GANGGU KEPENTINGAN UMUM: Mejeng Nang Suroboyo, street style manfaatkan Alun-Alun Suroboyo. | Foto: Barometerjatim.com/IST
- Advertisement -

SURABAYA, Barometerjatim.com – Pemkot Surabaya bersama Paguyuban Cak dan Ning Surabaya, Surabaya Creative Network, dan Asli Suroboyo, menggelar “Mejeng Nang Suroboyo” di Alun-Alun Suroboyo, Sabtu (6/8/2022).

Gerakan kolaborasi yang mengangkat tema “Street Style” tersebut untuk mewadahi kreasi anak muda Surabaya, khususnya yang bergerak di bidang fashion.

Pada edisi perdana ini, fashion show dibagi menjadi tiga sesi. Pertama sore hari sebelum magrib, kedua dan ketiga setelah magrib. Para model yang tampil pun beraneka ragam, ada anak-anak, remaja, hingga dewasa. Mereka berjalan di atas karpet merah layaknya model profesional di tampil di atas catwalk.

Warga Surabaya dan luar Surabaya begitu antusias menyaksikan fashion show ini. Apalagi di lokasi juga ada stan UMKM kuliner dan fashion, sehingga ketika haus dan lapar atau juga ingin berbelanja para pengunjung tidak perlu keluar Alun-Alun Suroboyo, cukup menikmati produk UMKM yang sudah disediakan di 20 stan.

Pada kesempatan itu, Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata

Kebudayaan, Pariwisata, Kepemudaan dan Olah Raga (Disbudparpora) Surabaya, Wiwiek Widayati menuturkan ini adalah program Wali Kota Eri Cahyadi untuk mewadahi anak-anak muda Surabaya yang mempunyai minat di industri kreatif fashion.

“Jadi, Pak Wali Kota berharap anak-anak muda yang punya kreativitas ini bisa dioptimalkan dengan lebih baik lagi ke depannya,” kata Wiwiek di sela menyaksikan Mejeng Nang Suroboyo.

Dia juga akan melakukan sejumlah evaluasi. Apabila memang antusiasme warga tinggi dan anak muda Surabaya banyak yang ingin ikut, tidak menutup kemungkinan event semacam ini akan terus digelar di Alun-Alun Suroboyo maupun di tempat wisata lainnya.

“Tapi yang paling penting, event semacam ini tidak boleh mengganggu kepentingan umum atau kepentingan orang lain. Nah, dengan digelar di tempat ini, maka kita juga bisa mewadahi anak-anak muda yang memiliki passion di fashion dan juga kita bisa memonitor anak-anak muda ini,” ucapnya.

Diikuti 125 Peserta

Sementara itu salah satu penyelenggara sekaligus Ketua Umum Cak dan Ning Surabaya, Sereza Buana Febrian mengatakan, peserta yang mengikuti fashion show yakni warga Surabaya yang mempunyai minat di dunia fashion.

Peserta yang mendaftar, katanya, sangat banyak. Lalu pihak panitia melakukan verifikasi dan ternyata banyak yang harus ditolak. Akhirnya, peserta yang ikut dalam acara kali ini 125 peserta.

“Yang menarik, dari 125 peserta itu ada 18 peserta fashion show yang merupakan disabilitas. Mereka punya semangat juga untuk tampil di catwalk,” ujarnya.

Salah seorang pengunjung, Pitasari mengaku senang dengan acara ini. Selain sebagai pertunjukan bagi masyarakat, acara ini sekaligus mewadahi para pecinta fashion di Surabaya.

“Ini juga kan lagi tren ya, bagus juga diwadahi di sini. Karena tidak menganggu jalanan juga. Semoga acara serupa terus bisa digelar,” katanya.

» Baca berita terkait Fashion. Baca juga tulisan terukur lainnya Moch Andriansyah.

- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Terkait

- Advertisement -

trendnews
Berita Trending Saat Ini

- Advertisement -

BERITA TERKINI

- Advertisement -