Tak Dilirik PDIP, Suhandoyo ‘Nekat’ Ambil Formulir

AMBIL FORMULIR: Suhandoyo (tengah) didampingi tim relawannya mengambil formulir untuk maju dalam pencalonan di Pilgub Jatim 2018 lewat PDIP, Senin (12/6). | Foto: Barometerjatim.com/ABDILLAH HR

SURABAYA, Barometerjatim.com – Boleh saja nama Suhandoyo tak dilirik PDIP untuk diusung di Pilgub Jatim 2018. Namun ketua Banteng Muda Indonesia (BMI) Jatim itu tetap ‘nekat’ mengambil formulir pendaftaran. Modalnya: Klaim dukungan dari sejumlah elemen masyarakat, termasuk mantan kepala daerah aktif.

“Dorongan ini besar sekali dari berbagai macam elemen. Mulai PKL, pengusaha, anggota DPRD, mantan anggota dewan, mantan bupati hingga yang masih menjadi kepala daerah. Bahkan mereka rela urunan untuk formulir pendaftaran,” ujar Suhandoyo.

Nah, berbekal uang hasil ‘patungan’ itulah, Senin (12/6) sore, Suhandoyo mendatangi kantor DPD PDIP Jatim di Jalan Kendangsari Indutri, Surabaya untuk mengambil formulir, sekaligus menyerahkan ‘biaya politik’ Rp 100 juta.

• Baca: Bersaing Sesama Kader NU, Khofifah Lebih Diunggulkan

Suhandoyo juga yakin bakal mendapatkan rekomendasi PDIP untuk maju di Pilgub Jatim 2018, meski hanya menjadi calon wakil gubernur, karena mengklaim dukungan terhadap dirinya sangat besar.

“Besar sekali (dorongan). Hari ini contohnya, kawan-kawan sampai berbagai elemen, ini kenyataan juga mengumpulkan anggaran (mendaftar),” ucap politikus asal Lamongan itu.

Di tempat sama, Koordinator Relawan Suhandoyo Menuju 2018, Erjik Bintoro mengatakan, dari hasil saweran pihaknya mengumpulkan Rp 175,5 juta sebagai modal untuk mendaftarkan Suhandoyo.

Uang tersebut hasil gotong royong relawan dan sejumlah elemen. “Kita ini saweran ya, untuk mendaftarkan Pak Handoyo sampai terkumpul Rp 175.500.000, gotong royong. Karena daftarnya Rp 100.000.000,” ucap Erjik.

Mantan anggota DPRD Kediri ini juga menegaskan kalau Suhandoyo layak maju di Pilgub Jawa Timur seperti kader PDIP lainnya. “Kita kumpulkan uang. Itu urunan, karena kita melihat ada kader yang potensi, jangan anggap PDIP tidak banyak orang. PDIP ini banyak orang, haya saja yang mendorong tidak ada.”

• Baca: Kiai Nashiruddin: Pemimpin Perempuan Tak Masalah

Lantaran PDIP dianggap ‘cuek’ terhadap kader potensial sekelas Suhandoyo, Erjik dan rekan-rekannya di Jatim siap menjadi kekuatan lain. “Karena itu, kita mendorong dan Pak Handoyo melihat kita sungguh-sungguh maka mau maju,” tegas Erjik.

Usai mendaftar, selanjutya Suhandoyo dan para relawan menyerahkan sepenuhnya keputusan pada DPP PDIP. Harapannya, rekomendasi partai akan jatuh kepadanya, meski sebagai bakal Cawagub atau dipasangkan dengan bakal calon manapun.