Tak Bersalah, Pengamat Satwa Divonis Bebas

TAK BERSALAH: Singky Soewadji bersama kuasa hukumnya usai menjalani sidang.

SURABAYA, Barometerjatim.com – Raut wajah Singky Soewadji, terdakwa perkara pencemaran nama baik terlihat cerah setelah mendengarkan putusan dari majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Surabaya.

Majelis hakim yang diketuai Ari Jiwantara menilai Singky tidak terbukti bersalah sesuai dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

“Mengadili, menyatakan terdakwa Singky Soewadji tidak terbukti bersalah melakukan tindak pidana pencemaran nama baik seperti dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum,” ujar Hakim Ari di ruang sidang Cakra PN Surabaya, Kamis (19/1).

Dalam pertimbangannya, hakim menilai Singky tidak terbukti mencemarkan nama baik Rahmat Sah, ketua Perhimpunan Kebun Binatang Se-Indonesia (PKBSI).

“Terdakwa tidak terbukti melanggar pasal 310 KUHP jo pasal 311 KUHP jo pasal 27 ayat 3 jo pasal 28 ayat 2, pasal 45 ayat 1 dan 2 UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi,” tandasnya.

Atas vonis ini, I Putu Sudarsana, JPU dari Kejati Jatim mengatakan bakal mengajukan upaya hukum kasasi. “Pasti kita kasasi, tapi vonis ini bakal saya laporkan dulu ke pimpinan,” singkatnya saat dikonfirmasi usai sidang.

Untuk diketahui, Singky terjerat kasus ini setelah dilaporkan ke polisi oleh Rahmat Sah. Tuduhan tersebut didasarkan pada postingan Singky di akun Facebook miliknya yang salah satu isinya berbunyi:

“Tahukah anda? Apa kata PETA soal kandang Orang Utan seperti ini? Dan kandang seperti ini ada di Taman Hewan Pematang Siantar milik Ketum PKBSI Rahmat Shah lho!. Begini kok dibilang KBS tidak layak? Masih lebih layak Taman Hewan Pematang Siantarkah? Kenapa anggota diam”.

Singky sempat menikmati pengapnya udara Rutan Klas I Medaeng, Surabaya usai menjalani pelimpahan tahap dua di Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya. Namun penahanan Singky akhirnya diubah menjadi tahanan kota oleh majelis hakim.