Tagih Janji Pengembang, Warga Perum Juanda Residence Demo!

DEMO: Warga Perum Juanda Residence mendemo pengembang karena dianggap ingkar janji. | Foto: Barometerjatim.com/ANDRIAN
DEMO: Warga Perum Juanda Residence mendemo pengembang karena dianggap ingkar janji. | Foto: Barometerjatim.com/ANDRIAN

SIDOARJO, Barometerjatim.com – Warga Perumahan (Perum) Juanda Residence (JR) I Blok A di Desa Semampir, Kecamatan Sedati dibuat geram PT Mandiri Land Prosperous  (MLP) — pengembang perumahan tersebut. Ini lantaran sertifikat rumah yang dibeli cash tak kunjung diserahkan.

Menurut Naufal, salah satu warga Perumahan JR I Blok A, tak kunjung diberikannya sertifikat bukan lagi dalam hitungan bulan, tapi sebagaian besar warga ada yang sudah menghuni perumahan selama kurang lebih dua tahun.

“Saya sendiri (mulai menempati rumah) dari Maret 2019,” kata Naufal di sela menggelar aksi demonstrasi bersama warga lainnya di kantor MLP, kompleks Ruko Delta Niaga Utara No 40, Perumahan Deltasari, Waru, Sidoarjo, Minggu (30/8/2020).

Aksi dilakukan tak hanya memprotes soal sertifikat rumah, warga yang menghuni sekitar 65 unit rumah di Blok A juga tak kunjung menerima fasilitas yang menjadi hak mereka dan pernah dijanjikan pihak pengembang.

“Seperti PDAM, kemudian sertifikat, jalan yang seharusnya 4 meter sampai sekarang belum jelas,” ungkap Naufal. “Setelah kami melakukan pengukuran, itu (jalan) tidak sampai 4 meter.”

Karena itu, warga berupaya menanyakan langsung terkait keluhannya tersebut ke pihak PT MLP selaku pengembang.

Bahkan, kata Naufal, sudah kali keenam negosiasi dilakukan warga dengan pengembang, terhitung sejak Maret 2020.

“Sebenarnya kami mintanya baik-baik sih, toh itu juga hak kami. Tidak meminta lebih lah dari tuntutan kami,” imbuh Naufal.

Dalam aksinya, warga juga membentangkan poster-poster berisi tuntutan, seperti pemasangan PDAM, sertifikat rumah, dan beberapa tuntutan lain.

Selain menggelar aksi dan berteriak-teriak sebagai ungkapan kekecewaannya, beberapa perwakilan warga juga menemui owner PT MLP, Yusuf Efendi.

“Kami bertemu langsung dengan Pak Yusuf (Efendi) di rumahnya. Alhamdulillah diterima dengan baik,” kata Naufal.

Kembali Diberi Janji

KEMBALI JANJI: Warga Perum Juanda Residence kembali diberi janji oleh pengembang. | Foto: Barometerjatim.com/ANDRIAN
KEMBALI JANJI: Warga Perum Juanda Residence kembali diberi janji oleh pengembang. | Foto: Barometerjatim.com/ANDRIAN

Dari hasil pertemuan, kata Naufal, Yusuf kembali memberi janji. “Contoh untuk pemasangan PDAM itu besok (janji Senin), dan dapat dipastikan unit tersebut apakah free atau dibayar,” bebernya.

Kemudian masalah sertifikat rumah, masih kata Naufal, menunggu transaksi pembeli di Blok B (depan Blok A) yang belum dibangun rumah.

“Karena di sana (Blok B) masih ada transaksi, ada pelanggan yang dipindah tidak mau,” ungkapnya.

Ini terkait fasilitas jalan yang sesuai kesepakatan, yakni 4 meter yang ternyata kurang dari ukuran tersebut.

Jika ukuran jalan sesuai, luas rumah di Blok B yang seharusnya 5 x 10 meter, panjangnya berkurang atau tak sampai 10 meter.

“Sehingga beliau (Yusuf Efendi) mempunyai PR untuk memindahkan pembelinya ke unit lain. Apabila sudah pindah, beliau bisa memproses apa yang dituntut warga (sertifikat),” bebernya.

“Untuk janjinya satu bulan, besok September, akhir bulan akan dikabari perihal estimasi untuk penyelesaian sertifikat itu sendiri,” tuntasnya.

Sementara dikonfirmasi terkait persoalan warga, pihak manajemen PT MLP memilih bungkam. Beberapa karyawan dengan sinis memerintahkan Humas PT MLP, Arif yang berada di depan kantornya untuk diam.

“Nggak usah dijawab pak,” ketus salah satu karyawan laki-laki kepada Arif.

» Baca Berita Terkait Properti