Stunting di Jatim, Pakde Karwo: 29 Persen Anak Orang Kaya

CEGAH STUNTING: Pakde dan Bude Karwo saat pembukaan Kampanye Gerakan Nasional Pencegahan Stunting di halaman Kantor Gubernur Jatim, Jumat (14/12). | Foto: Barometerjatim.com/ABDILLAH HR
CEGAH STUNTING: Pakde dan Bude Karwo saat Kampanye Gerakan Nasional Pencegahan Stunting di halaman Kantor Gubernur Jatim, Jumat (14/12). | Foto: Barometerjatim.com/ABDILLAH HR

SURABAYA, Barometerjatim.com – Stunting alias gangguan pertumbuhan tak hanya dialami anak dari keluarga miskin. Merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS) 2013, terdapat 29 persen anak dari keluarga kaya mengalami stunting.

“Itu karena pola gizi yang diberikan tidak sesuai aturan kesehatan,” terang Gubernur Jatim, Soekarwo saat membuka Kampanye Gerakan Nasional Pencegahan Stunting di halaman Kantor Gubernur Jatim, Jumat (14/12).

Tercatat ada 11 kabupaten di Jatim yang jumlah anak stuntingnya tertinggi, di antaranya Sampang, Sumenep, Bangkalan, Probolinggo, Nganjuk, dan Bondowoso.

• Baca: Stunting di Lamongan, Dinkes Jatim Tepis Data TNP2K

“Jadi bukan soal kaya atau miskin, tapi permasalahan yang serius adalah tentang pola asuh. Yang penting tumbuh kembangnya otak, bukan fisik,” tegas gubernur yang akrab disapa Pakde Karwo itu.

Karena itu, Pakde Karwo akan mengoptimalkan kualitas Taman Posyandu yang diprakarsai Tim Penggerak PKK Jatim. Apalagi Taman Posyandu merupakan program yang menerapkan konsep holistik integralistik.

“Taman Posyandu merupakan solusi yang tepat untuk mencegah terjadinya stunting, karena mengurusi 1.000 hari pertama kehidupan sejak anak dalam kandungan,” ungkapnya.

• Baca: Bupati Lamongan Terusik Data Angka Gizi Buruk Kronis

Pakde Karwo menjelaskan, keberadaan Taman Posyandu sangat penting karena untuk mendampingi para ibu hamil mulai dari tahap kehamilan hingga pencataan kesehatan anak.

Selain itu, bagi anak-anak usia dini diberi pendidikan lewat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Sedangkan ibunya juga diberi ketrampilan dalam mendidik anak (parenting skill) baik dalam hal pemenuhan gizi maupun pola asuh.

• Baca: Gizi Buruk ‘Hantui’ Kota yang Dipimpin Risma

“Lewat Taman Posyandu, orang tua akan benar-benar dididik dan diajari bagaimana memberikan makanan yang bergizi dan sehat bagi anak,” ujarnya,  sembari menambahkan kebersamaan orang tua dan anak juga menentukan kualitas kehidupan anak.

Model Taman Posyandu ini, tambah Pakde Karwo, dikembangkan di Jatim dan telah mendapat penghargaan dari Unicef. “Karenanya, program inilah yang harus dikembangkan secara nasional sebagai solusi atas kejadian stunting,” tuntasnya.

» Baca Berita Terkait Gizi Buruk, Pemprov Jatim