Soal Yerusalem, Ansor Surabaya: Prabowo Lukai Umat Islam

BERSAMA KIAI-SANTRI: Prabowo saat diundang menghadiri peringatan Maulid Nabi di Ponpes Wali Songo Situbondo asuhan Ra Kholol. | Foto: Barometerjatim.com/ABDILLAH HR
BERSAMA KIAI-SANTRI: Prabowo saat diundang menghadiri peringatan Maulid Nabi di Ponpes Wali Songo Situbondo asuhan Ra Kholol. | Foto: Barometerjatim.com/ABDILLAH HR

SURABAYA, Barometerjatim.com – Kecaman terhadap Capres Prabowo Subianto, soal pernyataannya terakhir Yerusalem, belum berakhir. Kali ini datang dari PC GP Ansor Surabaya.

“Pernyataan Prabowo itu seolah mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel,” sesal Ketua PC GP Ansor Surabaya, Faridz Afif, Kamis (29/11).

Padahal, lanjut Afif, “Pemerintah RI tegas menolak Israel memindahkan ibu kotanya dari Tel Aviv ke Yerussalem, sebab status kota Yerusalem masih status quo.”

• Baca: Berserban Intifadah, Menlu Ajak Mahasiswa Dukung Palestina

Sebelumnya, saat menghadiri kegiatan Indonesia Economic Forum di Hotel Shangri-La Jakarta, Rabu (21/11), Prabowo menyebut Australia mempunyai hak untuk memindahkan kedutaan besarnya di Israel dari Tel Aviv Ke Yerusalem.

Sebab, menurut Prabowo, Australia memiliki hak unuk memutuskan kehendaknya sebagai negara merdeka yang berdaulat. “Aussie merupakan negara independen dan berdaulat, maka kita harus hargai keputusan mereka,” katanya.

Namun bagi Afif, pernyataan Prabowo itu justru melukai rakyat Palestina dan umat Islam di Indonesia yang selama ini mendukung kemerdekaan bangsa Palestina.

• Baca: Didukung Ra Kholil, Prabowo Rasakan Energi dari Kiai As’ad

Ansor Surabaya, lanjut Afif, mendukung sikap pemerintah RI yang sampai hari ini menolak pemindahan ibu kota Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem. Selain masih berstatus quo, Yerusalem adalah kota suci bagi tiga agama yaitu Islam, Kristen dan Yahudi.

Karena itu, pihaknya berharap Prabowo mencabut pernyataannya dan meminta maaf kepada umat Islam. Kalau tidak, bisa disimpulkan itu adalah sikap politik Prabowo.

» Baca Berita Terkait Prabowo, Ansor Surabaya