Selasa, 04 Oktober 2022
Barometer Jatim
Cloud Hosting Indonesia

Skandal Foto Mesum Tak Henti Bayangi Azwar Anas, Pengamat: Sulit Pulih di Mata Publik!

Berita Terkait

DILANTIK: Azwar Anas dilantik menjadi Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. | Foto: Kemenpan RB
DILANTIK: Azwar Anas dilantik menjadi Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. | Foto: Kemenpan RB
- Advertisement -

SURABAYA, Barometerjatim.com – Empat tahun berlalu, namun skandal foto mesum yang membuat Azwar Anas mundur dari pencalonan sebagai Wakil Gubernur Jatim di Pilgub 2018 tak henti membayangi.

Bahkan hingga dia dilantik menjadi Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB), publik kembali mencuatkan lewat tagar #MenteriMesum dan sempat memuncaki trending topic Twitter Indonesia.

Mengapa cerita kelam di 2018 tersebut susah terhapus dari ingatan publik? Pengamat Politik, Surokim Abdussalam berpendapat ada dua kasus yang sulit memulihkan citra positif politikus maupun pejabat, yakni korupsi dan asusila.

“Dua kasus itu sebenarnya sulit membuat pulih citra politisi untuk memegang jabatan publik,” ujar pengamat yang juga peneliti senior Surabaya Survey Center (SSC) itu, Sabtu (10/9/2022).

“Keduanya sama-sama sulit ya, keduanya termasuk yang sulit pulih di mata publik dan pemilih kita, terutama korupsi OTT KPK dan asusila dengan pemberitaan yang masif,” tandasnya.

Dalam konteks masyarakat saat ini, lanjut Surokim, rasanya sulit sekali bisa pulih apalagi ingatan netizen juga tidak mudah terhapus dan termasuk netizen yang low context cenderung berkata apa adanya dan kasar.

“Sedangkan dalam konteks Pemilu langsung, hal itu yang membuat sulit siapa saja politisi untuk bisa rebound kembali,” katanya.

Soal mengapa Azwar Anas dilantik menjadi menteri meski diselimuti kisah kelam, menurut Surokim yang juga Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya (FISIB) Universitas Trunojoyo Madura (UTM), di Indonesia jabatan menteri memang unik. Satu sisi menjadi hak prerogatif presiden, di sisi lain menjadi jatah-jatahan partai.

“Dalam case ini, Menpan RB semua tahu menjadi jatah PDIP dan itu artinya PDIP yang mengusulkan kepada presiden siapa saja yang ditunjuk. Sekali lagi ditunjuk ya oleh PDIP, dalam hal ini Bu Mega untuk diusulkan ke presiden,” kata Surokim.

“Sulit rasanya presiden menolak usulan Bu Mega, lha Pak Jokowi di partai juga dianggap kader petugas partai. Jadi pertimbangan moral jabatan ya ada pada kebijaksanaan Bu Mega sendiri sebagai pengusul,” sambungnya.

Surokim termasuk yang berharap penunjukan itu bisa selektif, apalagi ini jabatan strategis dan disorot publik. Penting memiliki kepekaan dan bisa memahami ekspektasi publik, termasuk di dalamnya memertimbangkan moral jabatan publik.

“Daripada gaduh dan kena bully netizen, menurut saya seharusnya PDIP bisa main aman saja. Namun faktor-faktor lain bisa saja lebih dominan dalam pertimbangan penunjukan dan penugasan kali ini,” katanya.

Apakah Anas sedang disiapkan PDIP untuk maju di Pilgub Jatim 2024? Surokim lebih melihat pada relasi kuat antara Anas ke Megawati dan lebih banyak melihat pertimbangan kinerja dan kapasitas untuk bisa memulihkan citra.

“Saya pikir Pak Anas termasuk kader PDIP yang menjabat kepala daerah dengan prestasi mentereng. PDIP tentu ingin kadernya bisa pulih secara citra, dan menurut saya ini lebih banyak pertimbangan kompetensi dan kapasitas serta hadiah saja ke Pak Anas dari Bu Mega,” tuntasnya.

» Baca berita terkait Azwar Anas. Baca juga tulisan terukur lainnya Roy Hasibuan.

- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Terkait

- Advertisement -

trendnews
Berita Trending Saat Ini

- Advertisement -

BERITA TERKINI

- Advertisement -