Sisir Situbondo, Khofifah Gencar ‘Berburu’ Suara di Tapal Kuda

SISIR TAPAL KUDA: Khofifah menghadiri pengajian menyambut bulan suci Ramadhan di Ponpes Miftahul Ulum, Besuki, Situbondo, Sabtu (12/5). | Foto: Barometerjatim.com/MARIJAN AP
SISIR TAPAL KUDA: Khofifah menghadiri pengajian menyambut bulan suci Ramadhan di Ponpes Miftahul Ulum, Besuki, Situbondo, Sabtu (12/5). | Foto: Barometerjatim.com/MARIJAN AP

SITUBONDO, Barometerjatim.com – Dukungan sub-kultur semakin memihak Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak. Dari hasil survei sejumlah lembaga, termasuk Surabaya Survey Center (SSC) periode April 2018, paslon nomor urut satu itu menguasai wilayah Madura, Pantura Barat dan Mataraman.

Khusus di Madura, ini sekaligus menepis klaim bahwa empat kabupaten di Pulau Garam mendukung Gus Ipul. “Selama ini yang kita tahu adalah klaim, bahwa Madura mendukung Gus Ipul. Terlebih saat ada program Satria Madura, satu triliun untuk Madura,” kata Direktur Penelitian SSC, Edy Marzuki.

“Toh kenyataannya saat ini temuan kita di lapangan, Bu Khofifah dan Mas Emil yang memperoleh dukungan terbesar. 49,1 persen itu lumayan besar lho,” tandasnya (lihat grafis hasil survei).

• Baca: 48 Hari Lagi Coblosan! Kiai Sidogiri Dukung Penuh Khofifah

Namun di wilayah Arek dan Tapal kuda Khofifah-Emil masih tertinggal. Tapi itu masih bisa dimaksimalkan. Selain masih ada waktu 46 hari lagi sebelum pemungutan suara, 27 Juni 2018, undecided voters juga masih tinggi: 10,3 persen di wilayah Arek dan 15,5 persen di Tapal Kuda.

Edy Marzuki yakin Khofifah tidak akan membiarkan dua wilayah tersebut dikuasai rivalnya. Hal itu terbukti, sempat kendur perolehan suaranya di Mataraman tapi berbalik dibayar manis, bahkan unggul telak dengan perolehan dukungan suara di Madura yang disebut-sebut basis kuat Gus Ipul.

Di sisa 46 hari, kini Khofifah terlihat kian gencar ‘berburu’ suara di Tapal Kuda. Agar lebih maksimal, rupanya dia membagi peran penyapaan dengan Emil. Jika Jumat (11/5) kemarin Emil menyasar Kabupaten Bondowoso, Sabtu (12/5) hari ini giliran Khofifah menyapa Kabupaten Situbondo.

• Baca: Di Panggung Debat, Gus Ipul ‘Doakan’ Khofifah Jadi Gubernur

Hasilnya pun jempolan. Di wilayah basis warga Nahdlatul Ulama (NU) tersebut, dukungan untuk Khofifah-Emil terlihat semakin menguat. Sejumlah kiai pondok pesantren (Ponpes) serta elemen NU — terutama warga Muslimat NU — semakin total memberikan dukungannya.

Dukungan tersebut disampaikan ketika Khofifah, yang juga ketua umum PP Muslimat NU empat periode, hadir pada acara pengajian menyambut bulan suci Ramadhan di Ponpes Miftahul Ulum, Besuki.

Sejumlah kiai dan tokoh Muslimat NU hadir. Di antaranya Wakil Pengasuh Ponpes Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo KH Afifuddin Muhajir, KH Muhaimin Abdul Rozak, KH Mutam Mukhtar Sumenep serta Ketua Muslimat NU Situbondo, Nyai Hj Mas’udah Muis. Hadir pula Ketua Tim Pemenangan Situbondo, Khoiroini serta Ketua Tim pemenangan Jatim, KH M Roziqi.

Muslimat NU Terdepan

KUASAI TIGA WILAYAH: Hasil survei SSC periode April 2018 menunjukkan Khofifah-Emil kuasai wilayah Madura, Mataraman dan Pantura Barat. | Grafis: Hasil Survei SSC
KUASAI TIGA WILAYAH: Hasil survei SSC periode April 2018 menunjukkan Khofifah-Emil kuasai tiga wilayah sub-kultur: Madura, Mataraman dan Pantura Barat. | Grafis: Hasil Survei SSC

Dalam kesempatan tersebut, Mas’udah menginginkan Muslimat NU Situbondo menjadi yang terbaik dan meminta warganya ikut berdoa serta bekerja keras dalam memenangkan Khofifah-Emil.

“Tolong, masuk 1 Ramadhan seluruh yang hadir hari ini, titip doa mudah-mudahan Ibu Khofifah ditakdirkan Allah Swt untuk memimpin Jatim. Mudah-mudahan Muslimat NU menjadi yang terbaik untuk Jatim dan untuk Indonesia di masa yang akan datang,” ujar Mas’udah. Sabtu (12/5).

• Baca: Wakil Ketua PCNU Bangil: Pilih Jilbab, Jangan ‘Sari Konde’

Selain itu, Mas’udah menyampaikan alasannya yang secara terbuka mendukung Khofifah. “Kenapa saya hari ini kok mau tampil di depan, karena sudah waktunya saya tampil di depan ‘Wis Wayahe’,” ucapnya.

“Semoga Ibu Khofifah terpilih dan dijadikan pemimpin yang amanah, pemimpin yang adil, dan pemimpin yang bisa mengantarkan Jatim menuju masyarakat yang makmur sejahtera di bawah naungan Khofifah dan ridha Allah Swt,” pungkasnya.