Sisir OTG-PDP! Khofifah Bentuk Tim “Pemburu Covid-19”

PEMBURU CORONA: Khofifah bentuk tim "Covid-19 Hunter" untuk menyisir PDP dan OTG. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
PEMBURU CORONA: Khofifah bentuk tim “Covid-19 Hunter” untuk menyisir PDP dan OTG. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

SURABAYA, Barometerjatim.com – Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa menambah pola penanganan virus Corona (Covid-19). Kali ini bahkan lebih agresif! Yakni dengan membentuk tim “Covid-19 Hunter” untuk memburu virus mematikan tersebut.

Langkah ini dilakukan Khofifah untuk menyisir Orang Tanpa Gejala (OTG) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang berpotensi berubah status menjadi terkonfirmasi positif. Terlebih hingga kini jumlah OTG di Jatim meroket hingga 19.366 orang dan PDP 7.009.

“Ini sama-sama memiliki potensi yang tinggi, terhadap kemungkinan berpotensi terkonfirmasi positif Covid-19. Kira-kira OTG sampai 35 persen dan PDP 55 persen,” terang Khofifah di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Kamis (4/6/2020) malam.

Tim Covid-19 Hunter, lanjut Khofifah, akan bekerja mulai Jumat (5/6/2020) dengan turun ke sejumlah daerah di Jatim. Sasaran awal lima kabupaten/kota.

“Mulai besok (hari ini) akan dilakukan di Sidoarjo (OTG: 1.153, PDP: 462), Kabupaten Kediri (OTG: 1.348, PDP: 185), Tulungagung (OTG: 734, PDP: 614), Gresik (OTG: 273, PDP: 259) dan Bangkalan (OTG: 708, PDP: 34). Mereka di sana empat sampai lima hari. Berikutnya bergerak ke Nganjuk (OTG: 979, PDP: 85), Lamongan (OTG: 739, PDP:180), Madiun (OTG:809, PDP: 53) dan Probolinggo (OTG: 1.198, PDP: 61),” paparnya.

Dari lima kabupaten/kota sasaran awal, kemungkinan akan ditambah satu daerah lagi yakni Kota Kediri (OTG: 344, PDP: 31). “Yang di sini lima, tapi ditambah dengan Kota Kediri,” ucap gubernur yang juga ketua umum PP Muslimat NU tersebut.

Hal itu sesuai dengan rapat koordinasi virtual yang digelar Khofifah bersama Pangdam V Brawijaya, Kapolda Jatim, dan bupati/wali kota di enam titik tersebut.

Tetapi tidak menutup kemungkinan, tandas Khofifah, Pemprov Jatim akan menambah tim baru karena pihak Kodam V Brawijaya dan Polda Jatim juga akan menugaskan tim yang berseiring untuk memberikan penguatan pada tim Covid-19 Hunter.

Leading Sector Daerah

Selanjutnya, tutur Khofifah, para Dandim, Kapolres, akan melakukan persiapan di titik-titik yang brisiko tinggi, karena yang akan mendatangkan OTG dan PDP yang sama-sama berisiko tinggi pula yakni kabupaten/kota.

Leading sector-nya tetap kabupaten/kota. tim dari Forkopimda Jatim (Pemprov, Kodam dan Polda) ini adalah supporting team,” jelasnya.

“Tetapi di bawah, Forkopimda kabupaten/kota akan bersama-sama memaksimalkan Covid-19 Hunter supaya bisa menyisir OTG-PDP, kita berharap sampai 100 persen,” sambungnya.

Saat penyisiran, kata Khofifah, ketika OTG-PDP di-rapid test dan hasilnya reaktif maka langsung di-swab. Jika hasilnya postif, nanti akan diputuskan apakah akan masuk daerah observasi atau diisolasi di rumah sakit.

“Harapannya ini akan melakukan efektifitas dari pemutusan mata rantai penyebaran Covid-19 di berbagai titik,” ujarnya.

» Baca Berita Terkait Wabah Corona