Sisca Dewi, Potret ‘Pelakor’ yang Berujung Masuk Bui

Sisca Dewi, divonis tiga tahun penjara dan denda Rp 500 juta di PN Jaksel. | Foto: Ist

JAKARTA, Barometerjatim.com – Perkara pedangdut Sisca Dewi menyita perhatian publik. Ini sekaligus menjadi peringatan bagi perempuan, yang berupaya meraih sukses dengan cara menjadi ‘pelakor’ alias perebut laki orang.

Ya! Majalis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) akhirnya menghukum Sisca dengan pidana penjara tiga tahun, serta pidana denda Rp 500 juta subsider tiga bulan kurungan.

Sisca dinyatakan bersalah atas tindak pidana pemerasan terhadap BS, seorang petinggi polisi. Hal yang memberatkan Sisca, karena perbuatannya mengganggu rumah tangga orang lain dan mendegradasi karier BS, serta tidak menyesali perbuatannya.

Menurut pakar psikologi, Tika Bisono, kehadiran orang ketiga yang bermuatan unsur kriminal sudah seharusnya diseret ke meja hijau.

“Aparat kepolisian tidak segan masuk ke ranah tersebut, karena jelas-jelas memenuhi unsur pidana,” ujar Tika dalam pesan tertulisnya, Kamis (24/1).

Praktik pemerasan Sisca terbeber dalam persidangan. Salah satunya dari kesaksian sahabat Sisca, Patrika Susana yang mantan wakil ketua umum Bidang Kesra dan Perempuan Partai Hanura.

Anggie dihadirkan sebagai saksi oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU). Kesaksiannya sekaligus menyingkap tabir, terkait jebakan-jebakan yang dilakukan Sisca terhadap banyak laki-laki di rumahnya yang kosong.

Menurut Anggie, kelakuan pedangdut yang sudah beberapa kali melakukan operasi plastik itu membuat partainya tercemar. “Banyak laporan masuk terkait perilaku terdakwa. Saya tahu karena saya membidangi Kesra dan Perempuan,” katanya.

Dalam kesaksiannya, Anggie menuturkan, suatu pagi saat teman sesama pengurus DPP Partai Hanura usai shalat subuh menghubunginya dan minta ditemani ke rumah Sisca.

“Saya heran, mengapa minta saya antar? Di situ dia bilang tidak enak datang sendiri, karena rumah terdakwa kosong, bahkan tidak ada pembantu,” ujar Anggie membuka praktik ‘jebakan’ yang dipasang Sisca.

Akhirnya Anggie menemani temannya ke rumah terdakwa. Di situlah dia sempat melihat ranjang di salah satu kamar Sisca, penuh dengan taburan bunga di atas seprei.

Tak lama kemudian, dia mendapat banyak cerita dari teman laki-laki yang pernah diajak terdakwa ke rumahnya. Ada yang berhasil masuk kamar, ada yang tidak. Yang masuk jebakan dan berhasil difoto terdakwa, bisa dipastikan akan menjadi korban pemerasan.

Para ‘Korban’ Sisca

Saksi lainnya, Nehruwati yang juga ibu kandung Sisca membenarkan kalau anaknya pernah dua kali menikah. “Pernah nikah resmi di KUA sama Iwan Ibrahim. Dua anak Iwan datang, juga ibu dan saudaranya,” katanya saat menjadi saksi di PN Jaksel.

Sebelum dinikahi Iwan, lanjut Nehruwati, Sisca merajut rumah tangga bersama seorang hakim bernama Sudarto. “Ada foto dan dokumentasinya,” jelas Nehruwati.

Namun kehidupan Iwan yang mantan pejabat BNN (Badan Narkotika Nasional) berubah kacau setelah menikah siri dengan Sisca. Selain keluarganya berantakan, pernikahan dengan Sisca juga hanya bertahan tiga bulan.

Derita yang dialami Sudarto tak kalah tragis. Hakim di PN Jaksel itu terjerat Sisca hingga mengorbankan anak-istrinya. Keputusan menikahi Sisca rupanya kesalahan besar. Hidupnya hancur sampai struk dan akhirnya meninggal dunia.

Sementara BS mengaku diperas Sisca untuk membelikan dua buah rumah mewah. Modus jerat Sisca: Mengaku menikah siri dengan BS dan mengumbar fotonya di media sosial, meski BS membantah telah menikahinya.

Pengakuan dinikahi BS secara siri itulah yang membawa Sisca masuk bui, karena dianggap melakukan fitnah dan pencemaran nama baik. Tapi derita BS tak kalah parah. Selain diperas, karirnya juga terdegradasi dari Asrena Polri ke BIN.•

» Baca Berita Terkait Nasional