Sinergi Gerakan, Komunitas Gusdurian Bertemu di Surabaya

GUSDURIAN: Komunitas Gusdurian berkumpul di Surabaya untuk menyinergikandalam merancang agenda bersama dalam berbagai isu. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HASIBUAN
GUSDURIAN: Komunitas Gusdurian berkumpul di Surabaya untuk menyinergikandalam merancang agenda bersama dalam berbagai isu. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HASIBUAN

SURABAYA, Barometerjatim.com – Sejak Jumat (13/4) hingga Minggu (15/4) besok, komunitas Gusdurian berkumpul di Pura Segara Kompleks TNI AL, Kenjeran Surabaya, untuk menggelar Regional Meeting dan Jambore Jaringan Gusdurian Jatim.

Seknas Gusdurian, Mukhibullah Akhmad menuturkan, kegiatan ini diharapkan mampu menyinergikan gerakan bersama antarkomunitas Gusdurian di Jawa bagian timur untuk merancang agenda bersama dalam berbagai isu.

Acara pertemuan tahunan ini dibuka dengan sarasehan bersama yang diikuti seluruh komunitas Gusdurian dan para sahabat Gus Dur di Jawa bagian timur.

• Baca: Keputusan Gelar Pahlawan Gus Dur di Tangan Jokowi

“Kegiatan sarasehan ini juga menghadirkan KH Imam Aziz (ketua PBNU) yang sekaligus murid Gus Dur,” kata Mukhibullah di sela pembukaan, Sabtu (14/4).

Mukhibullah menambahkan, komunitas Gusdurian di Jatim ada sekitar 25. Mereka terdiri dari anak muda yang bergerak secara kultural, dengan menggunakan sembilan nilai utama Gus Dur.

Ke-9 nilai utama Gus Dur tersebut yakni ketauhidan, kemanusiaan, keadilan, kesetaraan, pembebasan, persaudaraan, kesederhanaan, keksatriaan dan kearifan tradisi.

Sementara Presidium Jaringan Gusdurian Jawa bagian Timur, A’ak Abdullah Al-Kudus menjelaskan acara ini sebagai bentuk konsolidasi gerakan jaringan dan menyikapi kondisi Indonesia saat ini.

• Baca: Setelah Tujuh Tahun, Wasiat Gus Dur ke Khofifah Terpenuhi

Terutama musim Pilkada yang rentan dengan politisasi isu SARA, dan pencatutan nama Gus Dur maupun nama Jaringan Gusdurian. Karena secara tegas Jaringan Gusdurian tidak berpolitik praktis.

“Dengan bertemunya para murid dan sahabat Gus Dur, diharapkan dapat mengumpulkan kembali semangat perjuangan Gus Dur dalam merawat keberagaman dan menjaga nilai-nilai kebinekaan untuk menatap masa depan Indonesia agar lebih baik,” jelas A’ak.

Kegiatan ini akan berakhir Minggu (15/4) besok pukul 12.00 WIB yang akan ditutup dengan sesi diskusi bersama Koordinator Jaringan Gusdurian Nasional sekaligus putri Gus Dur, Alissa Wahid.