Siap-siap! Sore Ini 156 TKI Asal Malaysia Tiba di Bandara Juanda

ILUSTRASI: Susana Bandara Juanda. Sore ini 156 TKI bakal tiba dengan maskapai Malaysia Airlines. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
ILUSTRASI: Susana Bandara Juanda. Sore ini 156 TKI tiba dengan maskapai Malaysia Airlines. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

SURABAYA, Barometerjatim.com – Siap-siap! 156 orang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) atau Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari Malaysia, Selasa (7/4/2020) sore ini bakal mendarat di Bandara Juanda, Sidoarjo.

Sesuai jadwal, ke-156 TKI tersebut akan tiba di Juanda sekitar pukul 14.50 WIB menggunakan maskapai Malaysia Airlines.

“Yang terkonfirmasi akan landing di Juanda, jumlahnya sebanyak 156 orang,” terang Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi, Surabaya.

Mengantipasi kedatangan ke-156 TKI tersebut, tutur Khofifah, Pemprov Jatim telah menyiapkan serangkaian screening rapid test, guna memastikan mereka dalam keadaan sehat sebelum kembali ke kampung halaman.

Para TKI akan mendapatkan pemeriksaan standar prosedur pencegahan virus Corona (Covid-19). Pertama, mereka akan dilakukan pemeriksaan suhu tubuh menggunakan thermal gun.

Lalu dilakukan screening menggunakan rapid test Covid-19. Dari screening akan dilakukan klasifikasi, apakah mereka masuk dalam kategori Orang Dalam Pemantauan (ODP), Pasien Dalam Pengawasan (PDP), atau mungkin Orang Tanpa Gejala (OTG).

“SOP-nya, selain dicek suhu tubuh juga akan dilakukan rapid test. Jika ada yang ditemukan positif, maka akan langsung dilakukan perawatan untuk segera di-swab PCR,” jelas Khofifah.

Tapi jika di dalam pelaksanaan rapid test hasilnya negatif, akan dilihat lagi apakah mereka memiliki gejala klinis Covid-19 atau tidak. Kalau ada gejala akan segera dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.

“Jika rapid test hasilnya negatif dan tidak ada gejala klinis Covid-19, maka mereka akan langsung diantarkan Pemprov ke titik-titik sesuai asal daerahnya dan langsung isolasi di desa selama empat belas hari,” terangnya.

Jadi, tegas Khofifah, mereka tetap dalam koordinasi masing-masing kepala desa untuk dilakukan isolasi mandiri atau observasi selama 14 hari penuh.

Isolasi Mandiri 14 Hari

Dengan adanya sistem screening berlapis, Khofifah meminta masyarakat yang ada di daerah asal ke-156 tidak perlu cemas. Namun para TKI juga diminta untuk mematuhi standar prosedur yang diminta.

Utamnya isolasi mandiri bagi yang diperbolehkan kembali ke kampung halamannya. Di kampung halaman mereka juga akan dibekali kartu Health Alert Card (HAC) dan akan tetap dipantau Puskesmas setempat.

Selain menyiapkan teknis pemeriksaan dan screening para TKI, Pemprov Jatim juga sudah menyiapkan 150 bed di Pusat Penerbangan Angkatan Laut (Puspenerbal) untuk pelaksanaan observasi awal termasuk screening rapid test.

» Baca Berita Terkait Wabah Corona