Siang Ini, Para Pemred Bahas Nasib Duta Masyarakat

BAHAS NASIB DUTA: Pengurus PWI Jatim bertemu redaksi Duta pasca Astranawa dieksekusi. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
BAHAS NASIB DUTA: Pengurus PWI Jatim bertemu redaksi Duta pasca Astranawa dieksekusi. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

SURABAYA, Barometerjatim.com – Kamis (14/11/2019) siang ini, para pemimpin redaksi (Pemred) media massa di Surabaya akan berkumpul di kantor Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jatim untuk membahas nasib harian Duta Masyarakat.

Seperti diberitakan, mulai hari ini harian pagi yang memiliki segmentasi warga Nahdlatul Ulama (NU) tersebut tidak bisa terbit sampai waktu yang belum ditentukan, imbas dari eksekusi Graha Astranawa yang juga kantor Duta.

“Kalau PWI Jatim secara institusi menawarkan tempat untuk kantor Duta,” kata Wakil Ketua PWI Jatim, Lutfi Hakim usai bertemu dengan Pemred Duta Masyarakat, Mokhammad Kaiyis, Rabu (13/11/2019).

“Kalau sikap pimpinan media ya tentu akan meluruskan hal-hal yang tidak lurus, termasuk over acting cara eksekusi. Besoklah (siang nanti) detailnya,” sambungnya.

Lutfi bersama sejumlah pengurus PWI Jatim menemui Kaiyis setelah setelah Duta dipastikan tidak terbit, imbas eksekusi Astranawa yang dimenangkan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jatim setelah memenangi gugatan atas Choirul Anam (Cak Anam).

Sementara Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Jatim, Eko Pamuji ikut prihatian atas tidak terbitnya Duta.

“Tadi ada tawaran dari teman-teman di PWI, saya menyambut baik, terima kasih atas solidaritasnya dan sekaligus menjadi kajian bersama,” kata Eko yang juga awak redaksi Duta.

“Coba bayangkan, cara menurunkan papan nama Duta itu dengan cara kurang eloklah, sampai akhirnya pecah berantakan. Kalau sudah seperti itu yang bertanggung jawab siapa?” imbuhnya.

SMSI Jatim, tandas Eko, juga menyesalkan sikap-sikap kekerasan yang dilakukan aparat saat melakukan pengamanan eksekusi.

“Saya menganggap itu kekerasan, keras sekali. Tidak ada ruang negosiasi sama sekali, sampai Pemred Duta itu dibawa, diborgol pula. Kan luar biasa ini,” ucapnya.

» Baca Berita Terkait PKB, Cak Anam