Sertijab! Khofifah Beri 2 PR untuk Bupati-Wabup Mojokerto

SERTIJAB: Khofifah, beri dua PR penting untuk bupati-wakil bupati Mojokerto usai Sertijab. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
SERTIJAB: Khofifah, beri dua PR penting untuk bupati-wakil bupati Mojokerto usai Sertijab. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

MOJOKERTO, Barometerjatim.com – Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa memberikan dua pekerjaan rumah (PR) untuk Bupati-Wakil Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati-Muhammad Al Barra saat acara serah terima jabatan (Sertijab) di gedung DPRD Kabupaten Mojokerto, Jumat (05/03/2021).

“Ada PR untuk bupati dan wakil bupati. Pertama adalah mempercepat pelaksanaan dari program dan Proyek Strategis Nasional (PSN) atas mandat Perpres (Peraturan Presiden) 80 tahun 2019,” kata Khofifah.

“Saya tadi sudah sampaikan detailnya. Ini harus kembali di-breakdown, apakah melalui Project Management Office (PMO) yang ada di Bappeda provinsi ataukah yang ada di Kemenko Perekonomian,” sambungnya.

Sebagaimana diketahui, di Pepres tersebut, proyek yang beririsan langsung dengan Kabupaten Mojokerto yakni terkait pengembangan kawasan Gerbangkertosusila.

Total ada 77 PSN di Gerbangkertosusila. Beberapa yang menjadi tugas khusus di Kabupaten Mojokerto di antaranya proyek transportasi publik yang terkoneksi antardaerah di Gerbangkertosusila berupa Surabaya Railways Line. Proyek ini rencananya menggunakan format pembiayaan Kerja sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) dengan nilai investasi Rp 8,3 triliun.

Berikutnya di Kabupaten Mojokerto juga akan dibangun jalan tol yang menghubungkan Mojokerto dengan Gempol. Proyek ini juga berformat KBPU dengan nilai investasi Rp 4,8 triliun.

Selain itu, ada pula proyek pengembangan sarpras situs sejarah Trowulan dan wisata Perahu Majapahit yang didanai APBN senilai Rp 55 miliar, serta pembangunan pengolahan limbah B3 di Kabupaten Trowulan yang pembiayaannya berformat KPBU bernilai Rp 250 miliar.

Banyak Investasi dari PMA

TUMBUH DI TENGAH CORONA: Sektor pertanian, perikanan, dan kehutanan tetap tumbuh di tengah pandemi Covid-19. | Grafis: Pemprov Jatim
TUMBUH DI TENGAH CORONA: Sektor pertanian, perikanan, dan kehutanan tetap tumbuh di tengah pandemi Covid-19. | Grafis: Pemprov Jatim

Kedua, lanjut Khofifah, investasi ke Kabupaten Mojokerto cukup banyak yang berasal dari Penanaman Modal Asing (PMA). Karena itu, proses untuk melaksanakan harus dikoordinasikan dengan tim Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Jatim.

“Tim PTSP Kabupaten Mojokerto ini harus sangat intensif, sehingga industri pengolahan yang sudah cukup signifikan kontribusinya di Kabupaten Mojokerto tetap akan bisa didongkrak,” ujarnya.

Kemudian, sektor yang tetap tumbuh positif di tengah pandemi Covid-19 yakni pertanian, perikanan, dan kehutanan menjadi perhatian khusus agar cepat take-off. Sedangkan yang terkontraksi yakni infrastuktur konstruksi.

“Jadi, apakah yang terkontraksi ataukah yang tumbuh positif sama-sama harus diintervensi secara detail dari program-program yang akan di-breakdown dari visi-misi beliau,” katanya.

Khofifah yakin ini bisa diwujudkan dalam Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang). “Maret ini seluruh kabupaten/kota akan segera melakukan Musrenbang. Nanti April provinsi, Mei pusat,” tuntasnya.

TUMBUH DI TENGAH CORONA: Pertumbuhan PDRB Kabupaten Mojokerto 2014-2020, mulai IPM hingga gini rasio. | Grafis: Pemprov Jatim
TUMBUH DI TENGAH CORONA: Pertumbuhan PDRB Kabupaten Mojokerto 2014-2020, mulai IPM hingga gini rasio. | Grafis: Pemprov Jatim

» Baca Berita Terkait Mojokerto