Separuh Lebih PDRB Jatim Ditopang Koperasi dan UKM

SARESEHAN KOPERASI: Bupati dan wakil Bupati Lamongan menghadiri sarasehan soal koperasidi Pendopo Lokatantra Lamongan, Kamis (19/7). | Foto: Barometerjatim.com/HAMIM ANWAR
SARESEHAN KOPERASI: Bupati dan wakil Bupati Lamongan menghadiri sarasehan soal koperasidi Pendopo Lokatantra Lamongan, Kamis (19/7). | Foto: Barometerjatim.com/HAMIM ANWAR

LAMONGAN, Barometerjatim.com –  Kontribusi koperasi, Usaha Kecil Menengah (UKM) terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) di Jatim selama 2017 mencapai 54,98 persen.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Koperasi UKM Jatim, Mas Purnomo Hadi pada Sarasehan Peringatan Hari Koperasi ke-71 Tahun 2018 di Pendopo Lokatantra Lamongan, Kamis (19/7).

Sarasehan ini adalah rangkaian dari Peringatan Hari Jadi ke-71 Koperasi Provinisi Jawa Timur yang dipusatkan di Kabupaten Lamongan.

• Baca: Pacu Daya Saing, Ansor Gandeng Fintech Berbasis Koperasi

Mas Purnomo berharap koperasi ke depan tidak hanya sebagai penonton, tetapi juga pelaku ekonomi melalui koperasi yang milenial.

Dalam sarasehan ini semua peserta berperan aktif memberikan tanggapan dan solusi, sehingga didapatkan suatu rekomendasi yang memberikan kemajuan bagi koperasi.

“Kami akan mengawal bersama rekomendasi tersebut baik ke pemerintah daerah, pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat,” ujarnya.

• Baca: Khofifah Siapkan Koperasi dan UKM Jadi Sabuk Kesejahteraan

Mas Purnomo Hadi mengungkapkan, dari sejumlah 31.680 koperasi di Jawa Timur, sebanyak 15 persennya atau 4.605 berkategori tidak aktif.

Ini menurutnya menjadi PR semua pihak, untuk membina agar menjadi aktif lagi. Sedangkan untuk UKM, berdasarkan sensus 2016 jumlahnya sebesar 9,57 juta unit. Baik di bidang pertanian maupun non pertanian.

“Pada 2017 kontribusi koperasi, UKM di Jatim terhadap PDRB sebanyak 54,98 persen. Target kita di tahun 2018 ini yakni lebih dari itu,” tambah Mas Purnomo.

Kebangkitan Koperasi

Sedangkan Bupati Lamongan, Fadeli mengungkapkan bahwa di Lamongan terdapat 1.217 koperasi. Sebanyak 95 persen di antaranya sehat dan sisanya 56 unit tidak aktif. Sementara yang sudah mempunyai nomor induk koperasi sebanyak 690 unit koperasi.

Dia berharap dengan dipilihnya Lamongan sebagai tuan rumah Peringatan Hari Koperasi Jawa Timur, bisa menjadi momen bangkitnya koperasi di Jawa Timur terutama Kabupaten Lamongan.

“Pada 2017 seluruh desa di Lamongan telah memiliki BUMDes. Saya harap ke depannya BUMDes bisa bekerjasama dengan koperasi yang ada untuk meningkatkan perekonomian desa,” ujarnya.

• Baca: Pemkab Lamongan ‘Obral’ Fasilitas Gratis UMKM-Koperasi

Nada optimis bahwa koperasi dan UKM bisa menjadi ‘pemain’ di era industri digital juga disampaikan Kepala Dewan Koperasi Indonesia Wilayah Jatim, Tri Harsono. Karena itu, ke depan, koperasi harus dibangun dengan sistem modern agar tidak ketinggalan dengan pelaku ekonomi yang lain.

“Pengelolaan koperasi jangan lagi konvensional seperti dulu. Harus dikelola dengan sistem modern, sehingga mampu menggandeng anak-anak muda agar mau bergabung dengan koperasi,” jelasnya.