Seniman Pasuruan: Selain Pintar, Emil Bersih dan Santun

DUKUNGAN PELAKU SENI DAN BUDAYA: Emil Dardak bersama pelaku seni dan budaya se-Pasuruan di Padepokan Gema Kolbu, Prigen, Selasa (12/6) malam. | Foto: Barometerjatim.com/DOK
AKUI EMIL PINTAR, BERSIH DAN SANTUN: Emil Dardak bersama pelaku seni dan budaya se-Pasuruan di Padepokan Gema Kolbu, Prigen, Selasa (12/6) malam. | Foto: Barometerjatim.com/DOK

PASURUAN, Barometerjatim.com – Di saat Wali Kota Surabaya, Tri Rismahrini (Risma) menyindir Khofifah-Emil Dardak sebagai paslon yang keminter alias sok pintar, elemen masyarakat Jatim justru mengakui kepintaran keduanya. Khusus Emil, bupati non aktif Trenggalek itu dinilai sebagai role model (teladan) bagi generasi muda.

Pengakuan tersebut disampaikan seniman se-Pasuruan dalam acara dialog Pelaku Seni dan Budaya yang dihadiri Emil di Padepokan Gema Kolbu, Prigen, Pasuruan, Selasa (12/6) malam.

Sesepuh pelaku seni dan budaya Pasuruan, Gus Kholil atau yang dikenal dengan sebutan Ki Gendeng Sobo Langit menuturkan, Emil yang doktor lulusan Ritsumaikan University Jepang disebutnya tak hanya pintar tapi juga pemimpin yang santun dalam berpolitik.

• Baca: Komunitas Budayawan: Khofifah-Emil Usung Politik Santun

Jika bukan pemimpin yang pintar, tagas Gus Kholil, tidak mungkin berhasil mengubah Trenggalek yang dulunya kabupaten termajinalkan menjadi salah satu daerah yang diperhitungkan di tingkat nasional. Gus Kholil pun berharap lahir Emil-Emil baru di seluruh pelosok Jatim.

Untuk mewujudkannya, seniman se-Pasuruan akan ‘habis-habisan’ memenangkan Khofifah-Emil saat coblosan Pilgub Jatim, 27 Juni nanti. Dia yakin jika Khofifah-Emil menang, maka Jatim akan memiliki pemimpin yang bisa memberikan keteladanan bagi generasi muda.

“Sejak mendengar Mas Emil mau mencalonkan, kita budayawan sudah berkomitmen penuh untuk mengawal. Kita ingin banyak Emil-Emil baru di Jatim. Beliau sosok cerdas dan bersih, insyaallah nanti bukan calon lagi tapi wakil gubernur Jatim,” tutur Gus Kholil.

• Baca: Seniman Campursari: Khofifah Kuat, Calon Lain Lewat

Sementara Emil menegaskan, para seniman adalah pembentuk karakter bangsa. Untuk itu keberadaannya menjadi penting dalam menentukan masa depan bangsa Indonesia.

“Menurut saya kesenian bukan hanya sekadar pelengkap pariwisata, melainkan bagian dari menciptakan manusia yang berkepribadian. Makanya budaya sangat penting untuk memberikan pendidikan karakter pada generasi penerus bangsa,” jelasnya.