‘Sembunyikan’ Hasil Survei, Machfud Arifin: Pasti Baguslah!

KEJAR REKOM GOLKAR: Machfud Arifin saat silaturahim dan serahka hasil survei ke Golkar. | Foto: Barometerjatim.com/RETNA MAHYA
KEJAR REKOM: Machfud Arifin saat silaturahim dan serahkan hasil survei ke Golkar. | Foto: Barometerjatim.com/RETNA MAHYA

SURABAYA, Barometerjatim.com – Meski sudah menyerahkan hasil survei terbaru ke DPD Partai Golkar Surabaya, bakal Cawali Machfud Arifin masih enggan membebernya ke media.

“Pasti ya (bagus), kamu enggak yakin? Pasti baguslah!” kata Machfud kapada wartawan usai silaturahim dengan pengurus Partai Golkar Surabaya, Sabtu (1/2/2020).

“Aku belum running saja sudah bagus, apalagi kalau sudah running. Saya kan ini baru mulai,” tandas mantan Kapolda Jatim tersebut.

Hasil survei yang diserahkan Machfud tersebut diberikan melalui sebuah map, yang di dalamnya tertulis nama lembaga survei yakni Poltracking.

Soal mengapa Machfud masih ‘menyembunyikan’ hasil survei yang diserahkan ke Golkar, Ketua Tim Pemenangannya, KH Miratul Mukminin atau akrab disapa Gus Amik menuturkan, karena hal itu menjadi kewenangan lembaga survei dan Golkar yang menerimanya.

Gus Amik hanya memastikan, lembaga survei yang digunakan sudah sesuai dengan yang dirujuk Golkar. “Surveinya (dilakukan) bulan Januari,” kata pengasuh Ponpes Sabilil Muttaqien, Takeran, Magetan tersebut.

Berat Bagi Siapapun

Di sisi lain, Pengamat Politik Surokim Abdussalam menilai, Pilwali Surabaya jelas berat bagi siapapun yang ikut berkontestasi. Sebab, ecara geopolitik Surabaya amat strategis dalam konteks politik nasional.

“Dalam konteks Pilkada nasional, Pilwali Surabaya ini masuk dalam salah satu liga utama di Indonesia. Sehingga wajar, jika calon yang akan bertarung kualitasnya harus plus-plus standar nasional,” ujarnya.

Sebenarnya ada nilai plus kalau siap maju lebih awal, meski hal itu juga bukan jaminan mulus karena kompetitor lain belum ketahuan.

“Nanti kalau sudah jelas siapa saja yang direkom partai, khususnya PDIP, maka peta akan kian lebih terang dan bisa dicermati lebih jelas,” tandas peneliti senior Surabaya Survey Center (SSC) itu.

» Baca Berita Terkait Pilwali Surabaya