Jumat, 02 Desember 2022
Barometer Jatim
Cloud Hosting Indonesia

Sebagai ‘Santri’, Anas Tawaduk Putusan PDIP

Berita Terkait

TAK MAU TAKABUR: Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas tanggapi santai hasil survei beberapa lembaga. Semua keputusan dia serahkan kepada partai pengusung. Foto: Barometerjatim.com/BAYAN AP
TAK MAU TAKABUR: Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas tanggapi santai hasil survei beberapa lembaga. Semua keputusan dia serahkan kepada partai pengusung. Foto: Barometerjatim.com/BAYAN AP
- Advertisement -

BANYUWANGI, Barometerjatim.com – Sebagai santri, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas dikenal cukup tawaduk kepada para kiai dan seniornya. Bahkan terhadap partai pendukungnya sekalipun, bupati dua periode ini tetap santun.

Lihat saja soal di Pilgub Jatim 2018. Kendati namanya cukup moncer –versi lembaga survei yang menempatkan Anas di posisi empat besar— sebagai kandidat kuat calon gubernur, dia tetap tak mau takabur.

”Rasanya tidak pas kalau saya mengomentari hasil survei, karena yang punya wewenang itu pimpinan partai,” ucap Anas saat dihubungi melalui aplikasi pesan instan, Rabu (6/9).

Sebagai bakal calon, menurutnya, dirinya tidak boleh mendahului kajian dan keputusan pimpinan partai. “Kan sekarang pimpinan partai masih mengkaji. Nanti pada saatnya akan diumumkan keputusannya. Kami menyerahkan sepenuhnya kepada Ketua Umum PDI Perjuangan, Ibu Megawati Soekarnoputri. Jadi mari kita tunggu sama-sama,” tandasnya.

• Baca: Sebatas Sinyal pun Demokrat Tak Dukung Gus Ipul

Seperti diketahui, hasil riset dari beberapa lembaga survei seperti Surabaya Survey Center (SSC), The Initiative Institute, Charta Politika, Berpikir Institute, dan Poltracking, selalu menempatkan nama Anas di posisi empat besar.

Nama Anas bersaing dengan kandidat kuat seperti Menteri Sosial (Mensos) Khofifah Indar Parawansa, Wagub Saifullah Yusuf (Gus Ipul), dan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini.

Di posisi calon wakil gubernur, berdasarkan hasil survei, mantan anggota MPR/DPR RI ini juga paling moncer. Dia menundukkan kandidat lain semacam Ketua DPD PDIP Jatim, Kusnadi; Bupati Ngawai, Budi Sulistiyono (Kanang); serta nama-nama lainnya.

• Baca: Khofifah Minta Ulama Besar Makkah Bantu Muslim Rohingya

Hasil survei SSC misalnya. Lembaga pimpinan Moctar W Oetomo ini mencatat: Elektabilitas Anas sebagai calon wakil gubernur, mencapai 12,9 persen mengungguli Kusnadi, 7,5 persen. Lalu Ketua Kadin Jatim, La Nyalla M Mattalitti 7,4 persen, serta sejumlah nama lain yang rata-rata hanya sekitar 4 persen.

Di Pilgub Jatim, mantan Ketua Umum Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) ini cukup diperhitungkan publik. “Ya saya berterima kasih. Hal itu menunjukkan ada apresiasi publik atas kerja-kerja yang kami lakukan bersama-sama warga untuk membangun Banyuwangi,” katanya lagi.

Tetap Bersikap Pasif

Anas kembali menegaskan, survei adalah pendekatan ilmu pengetahuan pada proses politik. Sebagai bagian dari masyarakat yang menghargai ilmu pengetahuan, hasil survei perlu dilihat sebagai masukan.

”Sekali lagi saya sampaikan, meski nama saya ada di survei, saya tidak berkomentar dan melakukan langkah-langkah lebih lanjut. Saya dalam posisi pasif menunggu arahan pimpinan partai,” tegas bupati 44 tahun ini.

Pun begitu. Meski namanya masuk seleksi partai Banteng Moncong Putih dan ikut daftar penjaringan, suami Ipuk Fiestiandani ini mengaku tetap pasrah. ”Soal Pilgub ini, seperti yang lalu-lalu. Saya belum ada komentar apapun,” pungkasnya. 

- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Terkait

- Advertisement -

trendnews
Berita Trending Saat Ini

- Advertisement -

BERITA TERKINI

- Advertisement -