Satu Komando! DPC Bara JP se-Jatim Dukung KLB di Surabaya

DUKUNG KLB BARA JP: DPC Bara JP se-Jatim mendukung penuh pelaksanaan KLB di Surabaya | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
DUKUNG KLB BARA JP: DPC Bara JP se-Jatim mendukung penuh pelaksanaan KLB di Surabaya | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

SURABAYA, Barometerjatim.com – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Barisan Relawan Jokowi Presiden/Barisan Jalan Perubahan (Bara JP) se-Jatim mendukung penuh pelaksanaan Kongres Luar Biasa (KLB) di Surabaya, 25-26 September 2021.

“Kami mendukung KLB. Kami juga setia hingga akhir, satu sikap dan satu komando di bawah kepemimpinan Bapak Gianto Wijaya (ketua Bara JP Jatim),” demikian pernyataan sikap DPC Bara JP se-Jatim dalam pertemuan di Surabaya, Rabu (8/9/2021).

Menanggapi gelombang dukungan tersebut, Sekretaris Panitia KLB Bara JP 2021, Arif Setiawan menuturkan hal itu membuktikan kalau KLB tak hanya diinisiasi mayoritas DPD dan Badan Perwakilan Luar Negeri (BPLN) tapi juga mendapat dukungan penuh dari para DPC.

“Terima kasih semakin banyak teman-teman yang datang dan ikut (mendukung pelaksanaan KLB Bara JP),” katanya.

Arif kemudian menjelaskan mengapa harus digelar KLB, karena sudah tujuh bulan ini terjadi kekosongan jabatan di Dewan Pimpinan Pusat (DPP) pasca Ketua Umum Viktor Sirait meninggal dunia dan Sekretaris Umum Yayong Waryono mengundurkan diri.

“Itu harus segera diisi agar roda organisasi bisa berjalan dengan baik, walaupun sebenarnya sudah lama sekali kita intinya nebah dodo (mengelus dada), karena selama dulu tidak ada program apapun dari pusat ke daerah,” katanya.

Karena itu, lanjut Arif, KLB digelar bukan sebatas untuk memilih ketua umum tapi lebih luas lagi bagaimana menjadikan Bara JP bisa lebih besar lagi.

“Pilihannya saat ini apa, Bara JP saat ini bisa diperbaiki enggak. Kalau tidak bisa diperbaiki ya sekalian saja dikubur. Jadi ini pilihan,” katanya.

Terkait dukungan KLB, Arif menyebut saat ini sudah ada 16 DPD yang tergabung dalam Forum DPD dan akan terus bertambah DPD yang menyatakan dukungan. Ditambah lagi BPLN dan sayap organisasi.

“Mereka ini pemegang suara sah atau voter Bara JP untuk mengadakan KLB. Sesuai dengan ART Pasal 36 disebutkan bahwa KLB itu bisa terselenggara, karena ada usulan 1/3 jumlah pemegang hak suara. Jadi 16 ini sudah lebih,” katanya.

Rencana KLB, ucap Arif, juga sudah matang dan kepanitiaan sudah terbentuk, termasuk perizinan yang segera disampaikan ke Polda Jatim.

“Ini bukan ilegal, ini bukan hanya keinginan Jatim, enggak. Ketua panitia ini dari Papua, Pak Diben Elaby. Ada perwakilan dari Jateng, Lampung, ada semuanya lengkap dengan tanda tangan dukungan,” katanya.

KLB Sesuai AD/ART

SESUAI ATURAN: Vena Naftalia dan Arif Setiawan, tak ada aturan yang dilanggar KLB Bara JP. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
SESUAI ATURAN: Vena Naftalia dan Arif Setiawan, tak ada aturan yang dilanggar KLB Bara JP. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

Sementara itu Bidang Hukum dan Bendahara KLB Bara JP 2021, Vena Naftalia turut menegaskan tidak ada aturan yang dilanggar terkait upaya menggelar KLB Bara JP di Surabaya.

“Menurut AD/ART, bahwa untuk pemilihan struktur kepengurusan DPP itu melalui kongres. Ada semua, ini saya bawa. Jadi kita melangkah bukan tanpa dasar,” katanya sambil menunjukkan AD/ART Bara JP.

Bahkan, lanjut Vena, disebutkan dalam AD/ART bahwa DPP harus bertanggung jawab terhadap kongres dan kepengurusan DPP yang terpilih wajib menjalankan serta mematuhi AD/ART dan apapun yang diputuskan kongres.

“Jadi secara hukum, kita mengadakan KLB ini bukan ingin perpecahan, tidak. Intinya kita ingin Bara JP bisa hidup sesuai dengan struktur organisasi yang baik dan benar,” ucapnya.

Sebab, di dalam AD/ART Pasal 39 Poin 1 ART disebutkan bahwa ketua umum adalah formatur tunggal. Maka ketika ketua umum meninggal, tidak ada yang berhak menandatangani apapun.

“Lalu siapa yang berhak? Dikembalikan lagi ke pemilik suara awal yang menentukan ketua umum tersebut pada Kongres (2019) di Bogor, ya DPD-DPD dan juga BPLN. Kita hanya ingin memfasilitasi, tetapi kenapa DPP sepertinya keberatan ataupun menolak,” paparnya.

Lagi pula, ungkap Vena, pihaknya sudah sounding ke DPP terkait pelaksanaan KLB dan dijanjikan akan digelar secepatnya namun tak kunjung terealisasi, hingga akhirnya Forum DPD dan BPLN berinisiatif menggelar KLB.

» Baca Berita Terkait Bara JP