Satgas Pamtas Temukan Ladang Ganja di Perbatasan Papua

LADANG GANJA: Satgas Pamtas Republik Indonesia–Papua Nugini Yonif Mekanis 512/QY Pos Kalimao menemukan ladang ganja di sekitar wilayah perbatasan RI-PN. | Foto: Ist
LADANG GANJA: Satgas Pamtas Republik Indonesia–Papua Nugini Yonif Mekanis 512/QY Pos Kalimao menemukan ladang ganja di sekitar wilayah perbatasan RI-PN. | Foto: Ist

KEEROM, Barometerjatim.com – Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) Republik Indonesia–Papua Nugini Yonif Mekanis 512/QY Pos Kalimao, kembali menemukan ladang ganja di sekitar wilayah perbatasan kedua negara.

Tanaman ganja yang berhasil diamankan sebanyak 14 batang dengan tinggi 1-4 meter tersebut berada di lokasi tiga kilometer dari Pos Kalimao, Kabupaten Keerom, Provinsi Papua.

Dansatgas Pamtas Yonif Mekanis 512/QY, Letkol Inf Budi Handoko melalui Wadan Satgas Mayor Inf Endra menuturkan,  penemuan ladang ganja ini dilakukan 10 anggota ketika patroli rutin oleh Danpos Kalimo Sertu Juhair bersama anggotanya sejak pagi dinihari.

• Baca: TMMD Berakhir, Rampungkan 11 Sasaran Pembangunan

“Selanjutnya disisir dan diketahui jumlahnya mencapai 14 pohon dan siap panen,” terang Dansatgas dalam rilis yang diterima Barometerjatim.com, Jumat (5/1).

Diduga, lanjut Dansatgas, tanaman tersebut sengaja ditanam warga Papua Nugini yang mendiami wilayah perbatasan. Besar kemungkinan, tanaman ganja masih banyak lagi ditanam di sekitar wilayah tersebut.

“Saya menduga, mereka (warga PN, red) ini sengaja menanam ganja di lokasi itu,” katanya.

Menurut Dansatgas, penemuan ladang ganja ini merupakan kali ketujuh. Sebelumnya pada Desember 2017, Satgas Mekanis 512/QY juga menemukan tanaman serupa yang siap dipanen.

• Baca: Sosok Anak Petani Lamongan Penerima Adhi Makayasa 2017

“Ya, ini (temuan ladang ganja, red) sudah ketujuh kalinya yang berhasil kami temukan,” tandasnya.

Kini, barang bukti temuan pohon-pohon ganja tersebut sudah diserahkan ke Polres Keerom. Penyerahan diterima Kepala Urusan Pembinaan Operasi Satuan Reserse Narkoba, Ipda Syamsudin.