Sabtu, 21 Mei 2022
Barometer Jatim
Cloud Hosting Indonesia

Saran Sarmuji: Beri Beasiswa Anak Yatim Korban Covid-19

Berita Terkait

BEASISWA KORBAN CORONA: Sarmuji, sarankan pemerintah beri beasiswa bagi anak yatim korban Covid-19. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
BEASISWA KORBAN CORONA: Sarmuji, sarankan pemerintah beri beasiswa bagi anak yatim korban Covid-19. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
- Advertisement -

SURABAYA, Barometerjatim.com – Ketua DPD Partai Golkar Jatim, Muhammad Sarmuji meminta pemerintah agar memberikan beasiswa bagi anak yatim yang orang tuanya meninggal akibat Covid-19.

Menurutnya, pendidikan adalah fase untuk menambahkan kecakapan dalam perkembangan kehidupan manusia. Selain itu, pendidikan merupakan sarana yang sangat penting bagi mobilitas vertikal masyarakat.

“Kehilangan kesempatan belajar berarti kehilangan kesempatan dalam mobilitas vertikal, kehilangan kesempatan untuk memperbaiki taraf hidup,” kata Sarmuji di Surabaya, Senin (9/8/2021).

“Bagi anak yang kehilangan orang tuanya, malah bisa mengalami penurunan taraf hidup di masa depan jika pendidikannya tidak terperhatikan,” sambungnya.

Karena itu, tandas Sarmuji, di momen peringatan HUT ke-76 RI sangat tepat bagi pemerintah untuk memberikan perhatian kepada anak yatim yang orang tuanya meninggal akibat Covid-19.

“Pemerintah harus harus hadir untuk menyelamatkan pendidikan anak yatim korban Covid-19,” tegas politikus yang juga anggota Komisi XI DPR RI tersebut.

Lagi pula, tambah Cak Sar — sapaan akrap Sarmuji — kondisi ekonomi yang masih belum pulih seutuhnya ditambah dengan kehilangan orang tua, menjadi ancaman tersendiri bagi siswa untuk terus melanjutkan pendidikan.

“Jika pemerintah memberikan beasiswa bagi anak-anak yatim yang orang tuanya meninggal karena Covid-19, maka mereka masih bisa mengakses pendidikan walaupun kondisi ekonomi belum stabil sepenuhnya,” ucapnya.

Memang, papar Sarmuji, pemerintah harus fokus pada penyiapan pembangunan infrastruktur dan teknologi pengajaran di masa pendemi. Tapi pemerintah juga harus memikirkan nasib anak-anak yang orang tuanya meninggal karena Covid-19.

Jangan sampai, ancaman dari ketiadaan akses pendidikan bagi anak usia sekolah akan menimbulkan permasalahan sosial di kemudian hari, seperti pekerja usia dini dan pernikahan di bawah umur.

“Untuk itu, pemberian beasiswa ini bukan saja menjaga akses pendidikan bagi anak tetapi menyelamatkan satu generasi di masa mendatang,” tuntas Sarmuji yang juga ketua umum Pengurus Pusat Keluarga Alumni Universitas Jember (Kauje).

» Baca Berita Terkait Golkar Jatim

- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Terkait

- Advertisement -

trendnews
Berita Trending Saat Ini

- Advertisement -

BERITA TERKINI

- Advertisement -