Santri ‘Zaman Now’ Perlu Belajar Jadi Pengusaha Sukses

SEMINAR ENTREPRENEURSHIP: Defy Indiyanto Budiarto memberikan materi dalam pelatihan kewirausahaan santri di Ponpes Al Ishlah, Sendang Agung, Paciran, Lamongan, Jumat (9/3). | Foto: Barometerjatim.com/ROY HASIBUAN
SEMINAR ENTREPRENEURSHIP: Defy Indiyanto Budiarto memberikan materi dalam pelatihan kewirausahaan santri di Ponpes Al Ishlah, Sendang Agung, Paciran, Lamongan, Jumat (9/3). | Foto: Barometerjatim.com/ROY HASIBUAN

LAMONGAN, Barometerjatim.com – Belajar di pondok pesantren (Ponpes) ‘zaman now’ tidak cukup hanya memahami kitab kuning dan ilmu agama Islam. Lebih dari itu, santri zaman now alias santri milenial perlu belajar menjadi pengusaha sukses.

Apalagi jumlah kelompok milenial — termasuk santri — terbilang cukup tinggi, 35 persen dari 261,1 juta (sensus 2016) jumlah penduduk Indonesia. Karena itu, memberdayakan kelompok ini adalah salah satu kunci untuk memajukan Indonesia.

“Mayoritas santri yang tersebar di 30 ribuan pesantren di Indonesia adalah bagian dari generasi milenial yang perlu didorong untuk lebih mandiri, salah satu jalannya lewat kewirausahaan,” terang Komisaris PT Pembangkitan Jawa Bali (PJB), Defy Indiyanto Budiarto dalam pelatihan kewirausahaan santri di Ponpes Al Ishlah, Sendang Agung, Paciran, Lamongan, Jumat (9/3).

• Baca: MLM Bukan Hal Baru di Lingkungan Pesantren

Kegiatan ini merupakan rangkaian kunjungan Defy ke Lamongan dan Tuban. Jika di Lamongan berbagi ilmu dengan santri Ponpes Al Islah, di Tuban Defy mengunjungi PLTU Tanjung Awar Awar.

Defy menambahkan, tantangan yang dihadapi generasi milenial termasuk santri zaman now cukup berat. Mulai persaingan pasar bebas Asean (MEA), bonus demografi, hingga keterbatasan kesempatan kerja. Maka munculnya kesadaran dan semangat berwirausaha di kalangan milenial perlu dijaga dan dikembangkan.

“Kunci kemajuan ekonomi sebuah bangsa, salah satunya jika memiliki wirausahawan minimal dua persen dari rasio jumlah penduduk, dan saat ini jumlah wirausaha di Indonesia sekitar tiga persen. Kita masih kalah dengan negara tetangga seperti Singapura, Malaysia dan Thailand,” ujar tokoh muda Muhammadiyah itu.

Baca: Dua Julukan Keramat Kiai Wahab dari Mbah Hasyim

Dalam pelatihan kewirausahaan yang diikuti lebih dari 700 santri tersebut, Defy berusaha membangkitkan semangat wirausaha dan menekankan pentingnya santri untuk terjun ke dunia bisnis dengan mental baja.

“Kita harus meneladani Rasullah, Muhammad Saw adalah sosok entrepreneur sejati. 25 tahun dari usia hidup Rasulullah dijalani dengan berprofesi sebagai pengusaha sukses,” katanya.

Berjiwa Mandiri dan Jujur

KUNJUNGAN KE PLTU TUBAN: Defy Indiyanto (tiga dari kanan) bersama Sekper PJB saat berkunjung ke PLTU Tanjung Awar Awar Tuban, Jumat (9/3). | Foto: Barometerjatim.com/ROY HASIBUAN
KUNJUNGAN KE PLTU TUBAN: Defy Indiyanto (tiga dari kanan) bersama Sekper PJB saat berkunjung ke PLTU Tanjung Awar Awar Tuban, Jumat (9/3). | Foto: Barometerjatim.com/ROY HASIBUAN

Defy menegaskan, pola pendidikan Ponpes sangat mendukung untuk pengembangan kewirausahaan karena menekankan santri berjiwa mandiri, disiplin dan jujur.

“Ini modal besar untuk menumbuhkan kewirausahaan. Dengan upaya sistematis, nantinya akan banyak lahir pengusaha-pengusaha sukses dari kaum santri”, tuturnya.

Sebagai komisaris, Defy berusaha mendorong PT PJB untuk melahirkan wisausaha sukses dari kalangan santri. Termasuk menyiapkan program corporate social responsibility (CSR) PT PJB untuk mengembangkan kewirausahaan santri (santripreneur) dengan cara pendidikan kewirausahaan, santripreneur camp dan beasiswa kewirausahaan.

”Jadi kalau ditanya nyantri zaman now, ya harus belajar jadi santripreneur,” tuturnya.

• Baca: Kalangan Pesantren-Madrasah Masih Rasakan Ketidakadilan

”Bagaimana para pengusaha menghadapi kerugian?” tanya Dian, salah seorang santri dalam sesi tanya jawab.

Menurut Defy, berdagang itu bukan soal bakat tapi mental. Mental bahwa dagang tak selalu laku, tak selalu mulus dan terkadang sepi pembeli. Terpenting tetap menjalani bagaimanapun Allah menentukan takdir-Nya.

”Terakhir, muliakanlah ibu kalian, karena berkat doanya kalian akan menjadi orang sukses,” tutup Defy.