Sampang-Sumenep Masih Aman Corona, Kok Bisa? Ini Resepnya!

ZONA HIJAU: Sampang dan Sumenep masih aman dari aman dari kasus positif Corona. | Sumber Gradis: Pemprov Jatim
ZONA HIJAU: Kabupaten Sampang dan Sumenep masih aman dari kasus positif Corona. | Sumber Grafis: Pemprov Jatim

SURABAYA, Barometerjatim.com – Di saat 32 kabupaten/kota di Jatim masuk zona merah alias wilayah terjangkit virus Corona dan empat lainnya zona kuning, dua kabupaten di Madura, Sampang dan Sumenep hingga kini masih bertahan di zona hijau.

Zona hijau dalam peta sebaran Covid-19 Jatim, maknanya tidak ada satu pun warga di daerah tersebut Pasien Dalam Pengawasan (PDP), apalagi positif terjangkit. Di Sampang hanya ada 281 Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Sumenep 123 ODP.

Padahal, dua kabupaten lainnya di Madura, Bangkalan dan Pamekasan sudah masuk zona merah, setelah warganya positif Covid-19, masing-masing tiga dan dua orang.

Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa pun dibuat penasaran dan meminta Bupati Sampang, Slamet Junaidi serta Bupati Sumenep, Busyo Karim lewat video conference untuk berbagi resep soal wilayahnya bisa bertahan di zona hijau.

“Pak Bupati Sampang dan Bupati Sumenep, silakan menceritakan resepnya bagaimana menjaga Sampang maupun Sumenep, hingga saat ini menjadi dua daerah se-Jatim yang masih berstatus zona hijau,” kata Khofifah di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Sabtu (11/4/2020).

Secara bergantian, dua kepala daerah tersebut menceritakan kondisi daerahnya di tengah pandemi Covid-19.  Bupati Slamet menuturkan, selama ini pihaknya aktif melakukan pencegahan penyebaran Corona.

“Kami aktif turun ke lapangan untuk memantau warga kami. Sore ini kami juga masih di lapangan, mobil kita sedang mogok di tengah hutan karena kami dengar ada hajatan pernikahan, kami meminta supaya itu diundur saja setelah Covid-19 ini berlalu,” kata Slamet.

Meski masih dalam zona hijau, dia mengatakan bahwa di Sampang yang berstatus ODP tercatat 281 orang dan Orang Dalam Risiko (ODR) 10 ribu orang. Para ODP maupun ODR kini dalam pengawasan ketat Pemkab Sampang.

Insyaallah besok Senin kita panggil seluruhnya. Kepala Puskesmas, Postu dan Polindes, kami akan melakukan pendataan. Sekarang ini sudah ada 10 ribu lebih warga kami yang sampai di desa-desa, kita lakukan isolasi,” kata Slamet.

Dari mengumpulkan para kepala Puskesmas tersebut, Pemkab ingin mendapatkan data riil ODR dan nantinya mereka akan diminta melakukan isolasi diri. Pemkab juga akan hadir di sana untuk mencegah agar ODR tidak keluar rumah.

ODR di Sampang, menurut Slamet, adalah warga pekerja migran yang mudik dari Malaysia. Mereka juga ada yang dari Spanyol serta Amerika Serikat (AS). Oleh Pemkab mereka diberikan prioritas untuk dilakukan monitoring.

“Adapun ODP kita di Sampang, kita selalu melakukan monitoring. Siang malam kita gerak bersama karena gugus tugas kita sampai desa,” tegas Slamet.

Gugus tugas yang sudah menjangkau sampai tingkat perdesaan tersebut, serta diminta untuk menyediakan masker dari hasil memberdayakan UKM.

Warga membuat masker mandiri dari kain dan dilapisi tisu, dan akan dibeli pemerintah dengan anggaran dana desa. Sehingga, dari masker ini juga bisa jalan perekonomian di tengah wabah Corona.

“Saya juga ingin masyarakat Sampang tidak sampai belanja di luar Sampang, jadi belanja kebutuhan ya cukup di Sampang saja,” tegasnya.

Sedangkan untuk PDP memang masih nol angkanya. Sejatinya ada warganya yang masuk PDP setelah mengikuti pelatihan calon petugas haji di Surabaya. Namun setelah mengikuti pelatihan, warga tersebut pergi ke Malang dan pulang ke Pamekasan.

Desa Siaga Covid-19

RESEP ZONA HIJAU: Khofifah saat video conference dengan bupati Sampang dan Sumenep. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
RESEP ZONA HIJAU: Khofifah saat video conference dengan bupati Sampang dan Sumenep. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

Hal senada disampaikan Bupati Busyo. Dia mengatakan, pihaknya bisa mempertahankan Sumenep sebagai zona hijau karena daerahnya melaksanakan aturan dengan ketat. Jaminan keselamatan pada siapapun yang datang ke Sumenep juga dilaksanakan.

“Semua yang datang di-screening, dilihat kesehatannya, di antaranya yang mudik. Selanjutnya ada kesadaran masyarakat, karena juga dari tokoh masyarakat ikut melakukan imbauan. Seperti kalau ada pesta pernikahan itu sebaiknya ditunda dulu,” kata Busyo.

Tak hanya itu, di kawasan perdesaan juga diterapkan Desa Siaga Covid-19. Masker dan semacamnya pun produksi sendiri oleh warga sebagai sarana pencegahan penyebaran virus.

“Bilik-bilik sterilisasi juga didirikan di berbagai wilayah di Sumenep. Bahkan di Pulau Kangean juga sudah disiapkan,” katanya.

Hingga kini, di Sumenep tercatat tercatat 123 orang ODP.  Di Sumenep, lanjut Busyro, juga ada 82 orang yang diisolasi secara mandiri atau karantina mandiri.

“Sudah ada 82 orang yang diisolasi. Biasanya ada yang menolak saat awal akan dikarantina, tapi setelah dibujuk dan diberi pengertian akhirnya mau. Intinya peran tokoh desa,” tegasnya.

» Baca Berita Terkait Wabah Corona