Sambut Industri 4.0, Khadijah Perkuat Kurikulum Internasional

PERESMIAN: Khofifah Indar Parawansa meresmikan Gedung KB-TK Khadijah di Wonorejo, Rungkut, Surabaya, Senin (17/9). | Foto: Barometerjatim.com/ROY HASIBUAN
PERESMIAN: Khofifah Indar Parawansa meresmikan Gedung KB-TK Khadijah di Wonorejo, Rungkut, Surabaya, Senin (17/9). | Foto: Barometerjatim.com/ROY HASIBUAN

SURABAYA, Barometerjatim.com – Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) sudah dibubarkan Mahkamah Konstitusi (MK) sejak lima tahun lalu. Tepatnya sejak MK membatalkan Pasal 50 ayat 3 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas), 8 Januari 2013.

Namun secara de facto, sejumlah sekolah hingga sekarang masih menggunakan kurikulum internasional. Lebih-lebih saat ini Indonesia bersiap menuju revolusi industri 4.0.

Di lembaga pendidikan yang berada di bawah naungan Yayasan Taman Pendidikan dan Sosial Nahdlatul Ulama (YTPSNU) Khadijah Surabaya, misalnya, sejak kelas 2 SD bahkan sudah menggunakan kurikulum Cambridge, Inggris.

• Baca: Dua Menteri Uji Penghafal Al Qur’an Siswa-Siswi Khadijah

Dari penyiapan kurikulum Cambridge ini, maka di Khadijah ada direktur khusus untuk Sekolah Bertaraf Internasional (SBI) sampai sekarang, yang menjadi bagian dari penguatan di internal Khadijah.

“Meskipun secara sistem kualifikasi sekolah berstandar nasional dan bertaraf internasional itu, rupanya yang internasional di-delete MK, tapi bahwa de facto itu jalan,” terang Ketua Umum YTPSNU Khadijah, Khofifah Indar Parawansa saat menghadiri Ground Breaking SD Khadijah dan Peresmian Gedung KB/TK Khadijah di Wonorejo, Rungkut, Surabaya, Senin (17/9).

Penguatan di internal Khadijah ini, tambah Khofifah, juga terkait dengan persiapan Indonesia memasuki revolusi industri 4.0. “Sebetulnya, setuju atau tidak setuju, hari ini kita harus siap-siap untuk menuju revolusi industri 4.0,” katanya.

• Baca: Soekarwo: 2/3 Kaum Intelektual Berasal dari PTS di Jatim

Revolusi industri 4.0, tambah Khofifah, akan banyak memberikan efektifitas dan efisiensi. Di satu sisi akan memberikan nilai tambah, tapi di sisi lain pada saat yang sama, harus menyiapkan terutama lapangan pekerjaan yang pada 2015-2025 kemungkinan di seluruh dunia akan menyusut antara 1,5 hingga 2 miliar.

“Sementara kemungkinan di 2025, hanya akan ada pertambahan sekitar 2,5 juta saja pekerjaan baru,” ujarnya.

Bahkan saat ini, metode pembayaran di dunia sudah menggunakan cashless. Bertransaksi tanpa harus menggunakan uang fisik, melainkan semacam electronic money. Dengan begitu, manusia lebih mudah dalam melakukan transaksi keuangan dimanapun.

• Baca: Catat! Sekolah di Jatim Ukir 165 Inovasi Proses Pembelajaran

“Jadi tren dunia sudah cashless. semua tidak lagi diberikan dengan cash. Pembayaran juga begitu, transaksi jual beli juga seperti itu. Artinya akan ada proses untuk melakukan penyesuaian, baik dari sektor perdagangan besar maupun kecil,” ucapnya.

Banyangkan, tambah Khofifah, untuk masyarakat kurang mampu saja pemerintah menyiapkan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) yang sudah cashless, e-wallet.

“Jadi proses-proses menuju industri 4.0, sesungguhnya sedang berjalan. Karena itu di Pemprov Jatim yang akan datang, kita ingin men-create Millenial’s Job Center,” paparnya.

Universitas Internasional

GROUND BREAKING: Khofifah melakukan peletakan batu pertama pembangunan gedung SD Khadijah di Wonorejo, Rungkut, Surabaya, Senin (17/9). | Foto: Barometerjatim.com/ROY HASIBUAN
GROUND BREAKING: Khofifah melakukan peletakan batu pertama pembangunan gedung SD Khadijah di Wonorejo, Rungkut, Surabaya, Senin (17/9). | Foto: Barometerjatim.com/ROY HASIBUAN

Pembangunan kompleks pendidikan Khadijah di Wonorejo memang tengah menjadi perhatian publik. Di tanah seluas 14,5 hektare tersebut, selain dibangun lembaga pendidikan mulai dari KB/TK hingga perguruan tinggi internasional, juga akan dibangun pondok pesantren.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada warga Wonorejo yang memberikan dukungan kepada kami untuk membangun sekolah Khadijah. Ke depannya juga akan didirikan perguruan tinggi dan pondok pesantren,” ungkap Khofifah.

Gubernur Jatim terpilih itu menambahkan, YTPSNU sudah sejak lama berkomitmen memajukan masa depan bangsa dengan bergerak di bidang pendidikan, yang nantinya diharapkan menghasilkann generasi bangsa berkualitas.

• Baca: Mulai 2019, Khofifah Pastikan SMA/SMK di Jatim Gratis

Namun yang penting, tandas Khofifah,  menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi kebangsaan dengan menghargai multikultural sebagai realita kehidupan berbangsa dan bernegara.

Khofifah juga menyebutkan, banyak pihak berniat menggandeng perguruan tinggi internasional Khadijah setelah beroperasi nanti. Tak sedikit pula yang sudah mengajak membahas berkali-kali. Di antaranya Kedutaan Mesir, Australia dan Turki.

» Baca Berita Terkait Khofifah, Pendidikan, Kampus, Industri 4.0