Selasa, 29 November 2022
Barometer Jatim
Cloud Hosting Indonesia

Sambangi Ponpes di Jember, Presiden Ajak Jaga Keragaman

Berita Terkait

PELETAKAN BATU PERTAMA: Presiden Jokowi saat melakukan peletakkan batu pertama asrama Pondok Pesantren Nurul Islam Jember, Sabtu (12/8). | Foto: Ist
- Advertisement -

JEMBER, Barometerjatim.com – Presiden Joko Widodo bersilaturahmi dengan ribuan santri dan kiai di sejumlah pondok pesantren (Ponpes) di Jember, Sabtu (12/8).

Di antaranya Ponpes Nurul Islam, Ponpes Al Amin, Ponpes Assunniyah dan Ponpes Al Qodiri untuk bertemu dengan kiai, ulama, tokoh agama, masyarakat sekaligus ribuan santri.

Turut mendampingi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendi, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduku, Gubernur Jatim Soekarwo serta Bupati Jember dr Faida.

• Baca: Di Rumah Fatmawati, Khofifah Jahit Bendera Merah Putih

Di hadapan kiai dan santri, Presiden mengingatkan bahwa Indonesia merupakan negara besar dengan jumlah muslim terbesar di dunia. “Indonesia memiliki 250 juta penduduk, jumlah ini merupakan jumlah penduduk terbanyak urutan ke empat di dunia,” katanya.

Indonesia, lanjut presiden, juga memiliki 17 ribu pulau yang tersebar di 34 provinsi, 516 kabupaten/kota. Juga terdapat 714 suku dengan 1.100 bahasa lokal.

“Inilah anugerah Allah yang harus dijaga oleh rakyat Indonesia. Tidak ada di dunia ini yang memiliki jumlah pulau, bahasa, suku dan agama berbeda seperti Indonesia. Ini harus kita jaga,” ungkapnya.

• Baca: Seribu Ulama Aswaja Tolak Perppu Ormas

Presiden menyatakan, dengan jumlah penduduk dan wilayah yang majemuk dan beragam tersebut hendaknya antarmasyarakat saling menjaga persaudaraan, kerukunan dan kekompakan.

“Kita harus rukun meskipun berbeda-beda. Tidak boleh ada perpecahan dan perbedaan. Kehebatan Indonesia ini selalu saya sampaikan ketika bertemu dengan pemimpin pemimpin negara di seluruh dunia,” tegasnya.

Tak lupa, presiden mengajak, seluruh masyarakat untuk hidup rukun, berdampingan dan saling peduli. “Semoga ke depan semakin adem, ayem, harmonis, saling menghargai, menghormati. Tidak ada saling menyela, menjelekkan dan menyalahkan karena kita semua se tanah air,” jelasnya.

- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Terkait

- Advertisement -

trendnews
Berita Trending Saat Ini

- Advertisement -

BERITA TERKINI

- Advertisement -