Sadad: Serang Prabowo dengan Isu Radikal Bukan Ajaran NU!

Ma'ruf Amin, Pilpres perang ideologi antara kelompok moderat dan radikal. | Foto: Ist
Ma’ruf Amin, Pilpres perang ideologi antara kelompok moderat dan radikal. | Foto: Ist

SURABAYA, Barometerjatim.com – Ketua Harian Badan Pemenangan Provinsi (BPP) Prabowo-Sandiaga wilayah Jatim, Anwar Sadad menyebut Cawapres nomor urut satu, Ma’ruf Amin membuat polarisasi yang berbahaya dengan menyebut Pilpres 2019 adalah perang ideologi antara kelompok moderat dan radikal.

“Beliau sedang positioning dengan cara membuat polarisasi yang ekstrem. Dalam konteks NKRI ini amat berbahaya! Jika cap radikal disematkan pada Prabowo, mengapa pencalonannya tidak dibatalkan saja oleh KPU. Selesai urusan!” katanya di Surabaya, Rabu (6/2/2019).

Menurut Sadad, cara dengan memberi cap radikal pada lawan politiknya, bukanlah cara yang diajarkan di Nahdlatul Ulama (NU). “Cara ini, mohon maaf, bukan high politics yang selama ini diajarkan dalam pengkaderan NU. Bukan pula moderat, tapi liberal,” tegasnya.

Maka tak salah, tandas Sadad yang juga Sekretaris DPD Partai Gerindra Jatim, “Menurut bahasa orang kampung, Pilpres 2019 adalah perang antara kelompok yang mulai meninggalkan nilai-nilai agama melawan kelompok yang baru belajar agama.”

Seperti diberitakan, saat menggelar rapat konsolidasi Jaringan Kiai Santri Nasional (JKSN) wilayah Kendal, Jawa Tengah, Senin (4/2), Ma’ruf menyebut Pilpres 2019 bukan sekadar memilih pemimpin.

“Pilpres juga perang ideologi, kelompok moderat dan radikal. Karena isu yang dibangun yang begitu itu,” katanya.

Untuk itu, Maruf menegaskan, wajib hukumnya setiap bagian Nahdliyin — sebutan warga NU — untuk bisa menjaga kedaulatan negara, wajib dijaga soliditasnya.

“Jadi hal yang harus dilakukan adalah memberi kepahaman kepada ulama kita, pengurus, anggota, baik yang kultural dan struktural, NKRI harga mati,” ucapnya.

Pernyataan Ma’ruf ini dinilai Sadad bertolak belakang dengan pernyataan sebelumnya yang disampaikan di kompleks Istana Kepresidenan, 1 Agustus 2018.

Saat itu, menjelang pendaftaran Capres dan Cawapres, Ma’ruf menyatakan Pilpres bukanlah urusan agama, melainkan mencari pemimpin. “Posisi dan sikap politiknya sudah jelas: Tak ada urusan antara Pilpres dan agama,” kata Sadad. •

» Baca Berita Terkait Pilpres 2019, Ma’ruf Amin