Rocky Gerung Ditolak di Tuban, Cak Anam: Panitia yang Takut!

Cak Anam (kiri) dan Rocky Gerung di Astra Nawa Surabaya. | Foto: Barometerjatim.com/abdillah hr
Cak Anam (kiri) dan Rocky Gerung di Astra Nawa Surabaya. | Foto: Barometerjatim.com/abdillah hr

SURABAYA, Barometerjatim.com – Mantan Ketua PW GP Ansor Jatim, Choirul Anam mengkritik panitia yang gagal menggelar diskusi ‘akal sehat’ bersama Rocky Gerung di Pondok Pesantren (Ponpes) Yanbu’ul Ulum, Desa Sumurgung, Tuban, Selasa (19/3/2019).

“Panitianya apa yang enggak tanggung jawab! Mestinya (dia bilang) saya jamin, saya masuk penjara enggak apa-apa, panitia harus begitu! ” kata pria yang akrab disapa Cak Anam tersebut dalam konferensi pers yang dihadiri Rocky Gerung dan panitia diskusi di Astra Nawa, Surabaya.

“Jangan coba-caba membawa Pak Rocky ke sini jauh-jauh terus batal, kalau saya (yang diundang dan batal) enggak apa-apa. Apalagi NCW (pihak penyelenggara), saya kebayang ICW. Tahu-tahu dibatalkan,” sambungnya.

Sekadar tahu, setelah dipastikan batal menghadiri diskusi di Tuban, Rocky diundang Cak Anam ke Astra Nawa. Dalam surat pembatalan yang diteken Ketua Yayasan Ponpes Yanbu’ul Ulum, Moch Luthfi Hakim disebutkan diskusi dibatalkan karena tidak diberikan izin dari pihak kepolisian.

Sedangkan diskusi publik bertema Membangun Bangsa dari Sudut Pandang Generasi Muda yang Berakal Sehat tersebut diadakan Lembaga Swadaya Masyarakat Nusantara Corruption Watch (LSM NCW).

Pihak panitia yang diwakili Rachman menyebutkan, surat tersebut dikeluarkan yayasan karena ada penolakan dari sejumlah Ormas. Yakni PAC Ansor Tuban, PMII, Karang Taruna, KNPI, Keluarga Besar Putra-Putri Polri (KBP3), Pemuda Pancasila, Serikat Buruh Muslimin Indonesia (Sarbumusi) serta perwakilan masyarakat Tuban.

Sedangkan pihak kepolisian, menurut Rachman, sifatnya hanya memediasi antara Ormas penolak dengan panitia diskusi. “Untuk menghindari gesekan, pihak pesantren akhirnya membatalkan diskusi tersebut,” jelasnya.

Mendengar alasan Rachman, Cak Anam malah menyebut panitia yang ketakutan sendiri. “Jadi menurut saya, ini bukan polisi yang membatalkan, (panitia) ketakutan sendiri,” kata penasihat Pengurus Besar Pergerakan Penganut Khitthah Nahdliyyah (PB PPKN) tersebut.

Cak Anam bahkan berani menjamin kalau di Jatim tak ada Ormas yang akan berbuat, misalnya sampai anarkis. “Ormas saya jamin, enggak ada Ormas seperti itu. Wong saya ini mantan ketua Ansor dua periode di Jatim. Enggak ada,” tegasnya.

Tak Perlu Izin

Surat pembatalan diskusi dari pihak Yayasan Ponpes Yanbu’ul Ulum beredar di Medsos. | Foto: Ist
Surat pembatalan diskusi dari pihak Yayasan Ponpes Yanbu’ul Ulum beredar di Medsos. | Foto: Ist

Jadi, tandas Cak Anam, bukan pihak kepolisian atau Ormas yang membatalkan, tapi semata-mata karena panitia saja yang takut. “Ya karena ditakut-takuti, Ormas protes, ditakut-takuti itu. Jangan takut kita! Protes sana protes sini, ditakut-takuti, sehingga enggak jadi,” ucapnya.

Apalagi, lanjut Cak Anam, untuk menggelar diskusi publik tidak ada aturan harus izin kepolisian, tapi sifatnya hanya pemberitahuan dan kepolisian wajib menjaga keamanannya.

“Negara ini sudah merdeka, enggak usah izin. Pak Rocky itu orang Indonesia, bukan orang Tiongkok, jadi enggak usah izin. Kalau begini terus kapan kita bisa berkegiatan,” katanya.

Cak Anam menambahkan, “Kita sudah 74 tahun merdeka. Masak masih begini saja, malu kita ini. Apalagi yang dbicarakan juga akal sehat, masak kita enggak mau akal sehat, mau jadi akal apa?”•

» Baca Berita Terkait Cak Anam, Rocky Gerung