Ricuh, Pembagian Zakat Mal Keluarga Aldjoefrie Dihentikan

PEMBAGIAN ZAKAL MAL: Keluarga Moehamad Aldjoefrie membagikan zakat mal di Jalan Kalimas Madya III, Surabaya, Rabu (21/6) malam. | Foto: Barometerjatim.com/BAYAN AR

SURABAYA, Barometerjatim.com – Ribuan warga mengantre zakat mal dari Bos Kaha Tours Travel, Moehamad Aldjoefrie di Jalan Kalimas Madya III, Surabaya, Rabu (21/6) malam. Pembagian zakat pecahan Rp 50 ribu ini dilakukan tiap tahun di malam ke-27 Ramadhan oleh keluarga Aldjoefrie karena diyakini Lailatul Qadar kerap terjadi pada malam tersebut.

Dari informasi yang dihimpun, sejak siang, warga sudah berjubel berbaris di gang sepanjang 300 meter di sekitar rumah Aldjoefrie. “Saya tadi datang asyar. Tapi yang datang sudah banyak, sudah penuh,” kata Muhammad Zaki.

Sementara pembagian zakat baru dimulai selepas buka puasa dan shalat mahgrib. Sekitar 80 personel polisi dari Polsek Semampir dan Polres Pelabutan Tanjung Perak serta beberapa personel TNI ikut membantu pengamanan.

• Baca: Diangkut 50 Truk, Golkar Salurkan 25 Ribu Paket Zakat

Aldjoefrie sendiri yang membagikan zakat mal tersebut dengan dibantu anaknya, Achmad Al Jupri. Zakat dibagi di gerbang pintu masuk gang. Tiap orang menerima Rp 50 ribu.

Sayang, baru berjalan sekitar 45 menit, pembagian zakat mal di wilayah sekitar Makam Sunan Ampel ini terpaksa dihentikan. Sebab, suasana berubah ricuh. Warga yang bejubel sepanjang 300 meter, saling dorong karena sudah tak sabar mendapat Rp 50 ribu.

Saking sesaknya, sebagian warga ada yang terlihat pingsan namun masih bisa diselamatkan keluar area. Beberapa menit kemudian situasi makin tak terkendali. Barisan paling belakang mendorong maju dan sejumlah personel polisi pun terlihat kewalahan.

Bahkan, tampak seorang personel polisi terpaksa harus memukulkan tongkat kayunya ke arah warga yang saling dorong. Tapi tetap tak dindahkan.

• Baca: Mensos Siapkan Keluarga Tak Mampu Jadi ‘Raja dan Ratu’

Mereka juga berteriak-teriak. Sebagian orang tua terlihat megap-megap kehabisan napas karena terjepit kerumunan massa. Dia juga tidak bisa keluar barisan karena hanya ada satu jalan keluar, yaitu maju ke depan pintu gerbang.

“Haduh, mati ini, mati. Biar nggak dapat uang nggak apa-apa. Haduh tolong-tolong,” teriak seorang warga dengan logat Suroboyoan.

Namun apa daya, jangankan warga yang terjepit kerumunan massa, sejumlah personel polisi yang dibantu TNI juga tak berdaya menghalau massa di belakang yang saling dorong.

PEMBAGIAN DIHENTIKAN: Ribuan calon penerima zakat mal keluarga Moehamad Aldjoefrie belum kebagian karena pembagian terpaksa dihentikan akibat ricuh. | Foto: Barometerjatim.com/BAYAN AR

Tak ingin terjadi sesuatu, melalui megaphone polisi meginformasikan kalau pembagian zakat malam ini ditunda. Meski masih ribuan orang yang belum menerima uang dari pengusaha travel yang juga pemilik Hotel Grand Kalimas ini. Sekitar pukul 18.45 WIB pembagian zakat dihentikan.

“Karena situasi sudah tidak menguntungkan, kami koordinasi dengan panitia penyelenggara untuk menundanya. Ini agar kejadian yang tidak kita inginkan tidak terjadi,” terang Kapolsek Semampir, Kompol Nur Suhud.

• Baca: Bansos PKH Menuju 10 Juta Keluarga Penerima Manfaat

Sementara informasi dari warga sekitar, pembagian zakat mal yang dilakukan keluarga Aldjoefrie di malam ke-27 Ramadan ini baru tahun ini tidak kondusif.

“Tahun-tahun sebelumnya, lancar-lancar saja. Tidak ada yang saling berebut dan dorong-dorongan,” kata salah seorang warga yang menyayangkan penghentian pembagian zakat, karena masih ribuan orang belum menerima.