Resep Jadi Ortu Hebat, Psikolog: Ajari Anak Analogi BBM

TIGA ANALOGI: Parenting Education di SDIT Empat Mei, Pare, Kediri, Rabu (3/1). Cetak anak dengan analogi berkuda, berenang dan memanah. | Foto: Barometerjatim.com/DHANI KUSUMA
TIGA ANALOGI: Parenting Education di SDIT Empat Mei, Pare, Kediri, Rabu (3/1). Cetak anak dengan analogi berkuda, berenang dan memanah. | Foto: Barometerjatim.com/DHANI KUSUMA

KEDIRI, Barometerjatim.com – Menjadi orang tua (ortu) sempurna itu tidak mungkin. Tetapi untuk bisa menjadi orang tua hebat bagi anak-anaknya itu bisa diupayakan.

Hal tersebut diungkapkan psikolog Imron Muzakki dalam Parenting Education bertema Mencetak Orang Tua Hebat di SDIT Empat Mei, Pare, Kediri, Rabu (3/1). “Ada tiga analogi yang dapat dijadikan pedoman: Berkuda, berenang dan memanah (BBM),” kata Imron.

Berkuda, kata Imron, mengandung makna memberikan skill of life atau keterampilan hidup. Artinya orang tua memberikan bekal bagi anaknya untuk menjalani kehidupannya berupa berbagai keterampilan.

• Baca: Forum Dosen Unair Tolak Gelar Doktor Kehormatan Muhaimin

Berikutnya, berenang. Mengandung makna mengajari anak untuk survive dan tangguh dalam hidup agar anak untuk tidak mudah patah arang dalam menghadapi segala masalah.

“Sementara memanah berarti mengajarkan anak untuk mandiri dalam menjalani segala aspek kehidupan atau dengan istilah lain thinking of life,” jelasnya.

Menurut Imron, segenap orang tua hendaknya senantiasa berupaya menjadi yang terbaik bagi anak-anaknya. “Orang tua yang terbaik adalah orang tua yang selalu belajar. Belajar dari banyak hal dan konsekuensi dari belajar adalah perubahan perilaku,” katanya.

• Baca: Kuliah Nyaris DO, Menpora Raih Gelar Doktor Honoris Causa

Hal itu, lanjut Imron, disebabkan tidak ada bekal khusus bagi calon orang tua. Di negara kita juga belum ada institusi khusus yang menyediakan pendidikan calon orang tua.

“Yang ada hanyalah belajar sambil melakukan, tanya sana sini dan sebagainya,” tambah dosen STAIN Kediri tersebut.

Beragam Cara Pandang

Imron menambahkan, semua tindakan juga sikap orang tua atas anaknya dilandasi cara pandang masing-masing. Ada orang tua yang berpandangan bahwa anak adalah bagian dari kenangan manis orang tua.

Ada pula yang beranggapan anak sebagai darah daging mereka, penyambung cita-cita terputus hingga aset ekonomi. Tak sedikit juga yang beranggapan bahwa anak adalah kebanggaan orang tua.

• Baca: Rektor ITS: Kampus Harus Kreatif dan Sedikit Bonek

“Tidak ada yang keliru tentang cara pandang itu semua. Tetapi sebaiknya mulai hari ini kita ubah sedikit demi sedikit. Bahwa mari kita mulai memahami anak kita,” katanya.

“Kemudian kita upayakan menjadi teladan terbaik bagi mereka. Berikan pemahaman yang baik pada mereka, lalu doakan mereka,” tuntasnya.