‘Resep’ BMI untuk Kemenangan Prabowo: Tirulah Gaya SBY!

'RESEP' UNTUK KEMENANGAN PRABOWO: Farkhan Effendy (kanan) bersama Ketua DPC Partai Demokrat Jombang, Syarif Hidayatullah. | Foto: Barometerjatim.com/NANTHA LINTANG
‘RESEP’ UNTUK KEMENANGAN PRABOWO: Farkhan Effendy (kanan) bersama Ketua DPC Partai Demokrat Jombang, Syarif Hidayatullah. | Foto: Barometerjatim.com/NANTHA LINTANG

SURABAYA, Barometerjatim.com – Organisasi sayap Partai Demokrat, Bintang Mercy Indonesia (BMI) memberikan ‘resep’ agar Prabowo Subianto-Sandiaga Uno memenangi Pilpres 2019.

“Contohlah Pak SBY (Ketum DPP Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono) yang sukses memenangi dua kali Pilpres karena menjalankan politik sejuk,” kata Ketum DPN BMI, Farkhan Effendy di Surabaya, Jumat (31/8).

Menurut Farkhan yang juga ketua Yayasan Raden Fatah, masyarakat Indonesia — khususnya Jawa khususnya — rata-rata senang dengan figur yang kalem dan tidak meledak-ledak.

• Baca: Demokrat: PDIP Kehilangan Ide Besar Menangkan Jokowi

“Ingat! Pak SBY pernah bilang di bukunya Selalu Ada Pilihan. Capres boleh tampil sedikit ambisius, tapi terlalu kasar dan menyerang lawan, hanya akan membuat sikap rakyat antipati,” paparnya.

Farkhan lalu membuka kembali memori kemenangan SBY di Pilpres 2004 dan 2009. Saat itu, katanya, “Kampanye santun yang diusung Pak SBY terbukti membuahkan hasil. Meski diawal kemunculannya, Pak SBY dipersekusi oleh kekuasaan dan dibatasi.”

Bahkan, tandas Farkhan, dengan dana minim, gelombang dukungan rakyatlah yang membawa Demokrat dan SBY berjaya di 2004. “Sekali lagi, rakyat membuktikan kekuatannya, ketika kita mampu berkampanye dengan simpatik,” sambungnya.

• Baca: BMI: Prabowo-Sandiaga Jawaban atas Keresahan Bangsa

Mantan aktivis 98 itu juga menyindir gerakan politik di kubu Jokowi-Ma’ruf Amin jelang Pilpres 2019. Salah satunya klaim sepihak kubu PDIP yang menyebut beberapa nama kepala daerah, termasuk Gubernur Jatim Soekarwo dan gubernur Papua, masuk Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf.

Padahal, Soekarwo dan gubernur Papua merupakan kader potensial Demokrat di daerah masing-masing. “Perlu diingat, terbukti yang agresif serta kasar, kalah di Pilpres yang diikuti Pak SBY,” sebutnya.

Itu sebabnya, tambah Farkhan, Demokrat selalu masuk lima besar partai pemenang Pemilu sejak 2004. “Ini karena rakyat memang suka figur yang tidak ambisius, tidak obral janji tapi memberi bukti,” tandasnya.