Rektor Unair Minta Khofifah Agar Bekerja “Serba Luar Biasa”

ALUMNUS SUKSES DI PILGUB JATIM: Rektor Unair Surabaya, Prof Nasih menerima kunjungan Gubernur Jatim terpilih, Khofifah Indar Parawansa, Jumat (6/7). | Foto: Barometerjatim.com/MARIJAN AP
ALUMNUS SUKSES DI PILGUB JATIM: Rektor Unair Surabaya, Prof Nasih menerima kunjungan Gubernur Jatim terpilih, Khofifah Indar Parawansa, Jumat (6/7). | Foto: Barometerjatim.com/MARIJAN AP

SURABAYA, Barometerjatim.com – Rektor Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Prof Mohammad Nasih meminta Gubernur Jatim terpilih yang juga alumnus Unair, Khofifah Indar Parawansa agar bekerja “serba luar biasa” dalam mewujudkan percepatan pembangunan di Jawa Timur.

“Karena dunianya seperti ini, kita tidak bisa lagi bekerja sebagaimana biasa, kita harus bekerja dengan luar biasa,” kata Prof Nasih usai menerima silaturahim Khofifah di ruangan kerjanya, Gedung Rektorat Kampus C Unair, Jumat (6/7).

Program yang biasa-biasa saja, tandas Prof Nasih, harus diganti dengan yang luar biasa sehingga akselerasinya bisa lebih cepat.

• Baca: Tim Navigasi Program, Khofifah Libatkan Akademisi Unair

“Tadi saya sampaikan: Bu banyak hal yang harus kita rombak, barangkali dengan radikal, sehingga percepatan pembangunan dalam menyelesaikan masalah di Jatim bisa dilakukan,” ucapnya.

Prof Nasih juga bersyukur dan mengaku bangga atas sukses Khofifah di Pilgub Jatim 2018. “Alhamdulillah, sukses, tentu kami semua ikut senang, putri terbaik kami dipercaya masyarakat untuk memimpin Jatim,” katanya.

Dia berharap, kerjasama antara Pemprov Jatim dan pihak universitas bisa dilakukan lebih intens lagi sesuai dengan bidang masing-masing. Unair yang memiliki banyak sumber daya dan teknologi, kata Prof Nasih, siap mengawal program Khofifah-Emil.

• Baca: Unair Bangga dengan Kiprah Besar Alumnusnya: Khofifah!

“Barangkali (sumber daya dan teknologi Unair) bisa dimanfaatkan. Kami punya banyak dokter hingga doktor, sehingga IPM (Indeks Pembangunan Manusia) Jatim yang masih rendah, bisa sama-sama kita tingkatkan,” katanya.

Terkait IPM, Prof Nasih juga sepakat dengan Khofifah perlu ada upaya kuat untuk membangun masyarakat, seperti di kawasan Madura. “Selama ini kita juga sudah kerjasama dengan Pemprov. Sepanjang kita dibutuhkan, kami siap!” tegasnya.